100  pembecak Pacitan terima bantuan becak listrik dari Presiden RI

2 hours ago 1
Keinginan presiden adalah mengganti becak pedal dengan becak listrik, termasuk bentor, agar lebih manusiawi bagi pengemudi dan mengurangi polusi

Pacitan, Jatim (ANTARA) - Sebanyak 100 abang becak di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya meringankan beban kerja sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.

Bantuan becak listrik itu diserahkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN) di Pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu.

Wakil Ketua Umum GSN Nanik S Deyang mengatakan, program tersebut diprioritaskan bagi abang becak lanjut usia yang masih menggunakan becak konvensional.

"Keinginan presiden adalah mengganti becak pedal dengan becak listrik, termasuk bentor, agar lebih manusiawi bagi pengemudi dan mengurangi polusi," kata Nanik.

Baca juga: Yayasan GSN salurkan 200 unit becak listrik di Lamongan

Ia menjelaskan, Pacitan menjadi salah satu daerah prioritas dengan penyaluran tahap awal sebanyak 100 unit.

Berdasarkan pendataan, masih terdapat sekitar 300 abang becak di Pacitan yang menggunakan becak konvensional dan akan diupayakan menerima bantuan serupa secara bertahap.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi bantuan tersebut karena dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat kecil, khususnya pengemudi becak yang sebagian besar berusia lanjut.

"Bantuan ini sangat bermanfaat. Masih banyak abang becak yang mengandalkan tenaga fisik, sehingga kehadiran becak listrik benar-benar membantu," kata Indrata.

Becak listrik yang diberikan merupakan bantuan gratis dengan teknologi baterai listrik yang dapat diisi menggunakan listrik rumah tangga.

Dalam sekali pengisian daya, becak tersebut mampu beroperasi selama sekitar lima hingga enam jam, tergantung beban penggunaan.

Baca juga: GSN serahkan bantuan ratusan becak listrik dari Presiden di Situbondo

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |