New Delhi (ANTARA) - Dalai Lama "tak pernah bertemu" pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat Jeffrey Epstein, meski namanya disebut seratusan kali dalam publikasi terbaru dokumen kasus Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS.
Hasil pencarian dalam dokumen kasus Epstein yang diakses dalam situs Departemen Kehakiman AS menunjukkan adanya 157 kali sebutan terkait Dalai Lama.
Sebuah pernyataan dari pemimpin umat Budha Tibet mengakui adanya "laporan media dan kiriman sosial media terkait 'Berkas Epstein' yang mencoba mengaitkan Dalai Lama dengan Epstein".
"Kami dapat menegaskan tanpa ragu bahwa Yang Teramat Mulia tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein ataupun mengizinkan pertemuan atau interaksi apapun dengan dia yang dilakukan orang lain atas nama Yang Teramat Mulia," menurut pernyataan tersebut pada Minggu, merujuk pada Dalai Lama.
Lahir dengan nama Tenzin Gyatzo, Dalai Lama yang kini berusia 90 tahun itu baru saja memenangkan Piala Grammy atas buku audionya yang bertajuk "Meditations: The Reflections of His Holiness The Dalai Lama".
Pemimpin umat Budha di Tibet itu tak luput dari kontroversi, termasuk insiden pada 2023 di mana ia terekam menyuruh seorang murid mudanya "menghisap lidah saya", sehingga menimbulkan kecaman publik.
Tibet dikuasai China sejak 1951 dalam operasi yang disebut Beijing sebagai "pembebasan secara damai".
Menyusul gagalnya gerakan melawan kekuasaan China pada 1959, Dalai Lama kabur ke Dharamsala di India utara, di mana ia mendirikan pemerintahan dalam pengasingan beserta parlemen Tibet.
Beijing tidak mengakui pemerintahan dalam pengasingan itu dan menyebut bahwa Tibet sudah menjadi wilayah China sejak abad ke-13.
Namun, Dalai Lama menegaskan bahwa Tibet adalah negara yang merdeka saat pasukan Tentara Pembebasan Rakyat memasuki wilayah tersebut.
Departemen Kehakiman AS telah merilis lebih dari 3 juta halaman berkas, 2.000 video, dan 180 ribu gambar terkait Epstein, menurut UU Transparansi Berkas Epstein. Materi yang diungkap untuk umum itu termasuk foto-foto, transkrip juri, dan catatan penyelidikan, meski banyak halaman disensor.
Epstein ditemukan tewas akibat gantung diri di sebuah penjara di New York City pada 2019 saat akan disidang terkait tuduhan perdagangan seksual yang melibatkan perempuan di bawah umur.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Nama Bill Gates terseret dokumen Epstein, Melinda beri tanggapan
Baca juga: Skandal Epstein guncang Inggris, PM Starmer akui salah tunjuk dubes
Baca juga: Pangeran Andrew lepaskan gelar bangsawan di tengah skandal Epstein
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































