Subsidi bus listrik dinilai lebih bermanfaat untuk kurangi macet

1 month ago 17

Jakarta (ANTARA) - Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) menilai subsidi bus listrik lebih bermanfaat untuk mengurangi kemacetan sekaligus mengurangi polusi di Jakarta.

"Saya titip ke teman-teman jurnalis untuk disuarakan bahwa mensubsidi bus listrik jauh akan lebih bermanfaat bagi publik daripada mobil dan motor listrik," kata Pendiri INSTRAN, Ki Darmaningtyas dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 "Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran", Jakarta, Kamis.

Darmaningtyas mengatakan bus sebagai transportasi umum tentu mampu mengurangi kemacetan daripada motor dan mobil yang malah menambah kepadatan jalan.

Hal ini terlepas dari kendaraan listrik yang memang mampu mengurangi polusi udara. "Tapi kalau subsidi motor atau mobil listrik, pasti akan menambah kemacetan. Memang polusinya berkurang, tetapi kemacetannya akan bertambah," ucapnya.

Dinas Perhubungan menambah sebanyak 200 unit bus listrik untuk mendukung layanan transportasi massal, khususnya Transjakarta dan Transjabodetabek pada 2025.

Penambahan armada ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam memperluas jangkauan transportasi publik.

Untuk pengembangan layanan ini, Dishub DKI juga mengajukan tambahan subsidi (Public Service Obligation/PSO) dalam APBD Perubahan 2025 sebesar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar, yang digunakan untuk layanan Transjakarta dan Transjabodetabek.

Baca juga: Pemotongan DBH diupayakan tak ganggu target bus listrik Transjakarta

Baca juga: DKI targetkan seluruh armada Transjakarta berbasis listrik di 2030

Baca juga: Untuk layanan transportasi umum, DKI tambah 200 bus listrik tahun ini

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |