Jakarta (ANTARA) - Marco Trungelliti yang saat ini berusia 36 tahun, akan menjadi petenis peringkat 100 teratas dunia tertua untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, setelah ia berhasil menang 4-6, 6-3, 6-4 atas Corentin Moutet pada perempat final Hassan Grand Prix II di Maroko, pada Jumat (3/4).
“Masuk ke peringkat 100 besar adalah tujuan besar saya sepanjang karier. Dalam dua tahun terakhir, saya merasa semakin dekat, baik dari segi level permainan maupun mental,” kata Trungelliti, dikutip dari laman resmi ATP Tour, Sabtu.
“Secara fisik, saya juga tampil jauh lebih baik dibandingkan sepanjang hidup saya, dan itu sangat membantu. Ini luar biasa,” kata petenis Argentina itu.
Baca juga: Iga Swiatek rekrut mantan pelatih Nadal, Francisco Roig
Kemenangan yang membuka jalan ke semifinal itu menjadi bagian dari rangkaian 10 kemenangan beruntun yang mendongkraknya ke peringkat 85 dunia dalam perhitungan ranking live, yang memperhitungkan perjalanan di turnamen yang sedang berlangsung maupun yang sudah dimainkan musim ini.
Tidak semua dari 15 petenis di peringkat bawahnya memiliki kesempatan untuk menyalipnya sebelum pembaruan peringkat dunia berikutnya pada 6 April, yang akan memastikan Trungelliti masuk peringkat 100 besar untuk pertama kalinya.
Trungelliti memulai pekan ini di Maroko sebagai petenis peringkat 117 dunia, setelah menjuarai turnamen ATP Challenger di Kigali, Rwanda, sepekan sebelumnya.
Ia harus melalui babak kualifikasi untuk masuk ke babak utama di Maroko, dan kesempatan itu dimanfaatkannya untuk mengalahkan peringkat 52 dunia Kamil Majchrzak, lalu peringkat 32 dunia Moutet, untuk mencapai semifinal sekaligus mencatatkan peringkat terbaik sepanjang karier.
Akun resmi ATP Tour sebelumnya menyebut ia telah meraih pencapaian tersebut saat mengalahkan Majchrzak, karena hasil itu sempat membawanya ke peringkat 100 dunia dalam ranking live.
Baca juga: Christopher Rungkat dipercaya kapteni tim Indonesia untuk Piala BJK
Namun kenyataannya, pemain-pemain di bawahnya masih berpeluang menyalip jika ia kalah dari Moutet. Sekarang jumlah poin mereka tidak cukup untuk menggusurnya dari top 100.
Sepanjang kariernya, Trungelliti belum pernah menembus peringkat lebih tinggi dari posisi 112 dunia, yang dicapainya pada 2019.
Ia telah memainkan 963 pertandingan tunggal profesional dalam karier yang berlangsung selama 19 musim, dengan sembilan penampilan di babak utama Grand Slam yang menghasilkan empat kemenangan.
Trungelliti juga telah meraih enam gelar ATP Challenger Tour, satu level di bawah tur utama, dan ini merupakan semifinal level tur kedua sepanjang kariernya.
Ia akan menghadapi Luciano Darderi dari Italia di Maroko pada Sabtu, dengan kepastian bahwa apa pun hasilnya, ia akan untuk pertama kalinya dalam 17 tahun menembus peringkat dua digit dunia.
Baca juga: Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel terhenti di babak kedua Miami Open 2026
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































