Wamena (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan menyebut kebutuhan sayuran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai kurang lebih 1 ton per hari di Kabupaten Jayawijaya.
Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama di Wamena, Sabtu, mengatakan kebutuhan sayur mayur dalam Program MBG di Kabupaten Jayawijaya cukup banyak.
“Kami sekarang di Jayawijaya memiliki empar dapur dalam mengelola MBG. Dimana dari empat dapur tersebut memiliki kurang lebih 13.500-14.000 penerima manfaat, sehingga kebutuhan sayur lebih dari 1 ton setiap harinya,” kata Wahyu Adi Pratama.
Baca juga: BGN dorong sektor pertanian Jayawijaya guna dukung program MBG
Dengan kebutuhan sayur mayur begitu besar, pihaknya harus mendatangkan sayur mayur dari luar Wamena untuk memenuhi kebutuhan Program MBG.
“Untuk kebutuhan sayur saja buat Program MBG, kami kelelahan di Wamena, sehingga harus mendatangkan dari luar Wamena, contohnya Jayapura,” ujarnya.
Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan sayur setiap hari sayur untuk MBG pihaknya harus datangi sendiri beberapa pasar tradisional di Kota Wamena, disamping ada petani yang juga sering mendistribusikan ke tiga dapur.
Baca juga: BGN pastikan tiga dapur layani MBG di Jayawijaya
“Itupun masih sangat kurang. Kalaupun ada, terkadang harganya tidak sesuai dengan besaran anggaran yang disediakan, sehingga harus mendatangka dari Jayapura,” kata Wahyu Adi Pratama.
Dia berharap produktivitas petani terus ditingkatkan dan berharap Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bisa beroperasi sehingga dapat menyuplai kebutuhan sayur mayur dan buah-buahan ke dapur MBG.
“Kami berharap supaya Koperasi Desa Merah Putih segera aktif dan dapat menyuplai kebutuhan ke dapur MBG sesuai anggaran yang ditetapkan oleh BGN (Badan Gizi Nasional),” ucap Wahyu Adi Pratama.
Baca juga: MBG di Papua pesisir gunakan sagu, wilayah pegunungan pakai ubi
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































