Spanyol akan publikasikan laporan intelijen soal krisis migran Ceuta

1 week ago 5

Moskow (ANTARA) - Dewan Menteri Spanyol akan membuka status rahasia laporan Pusat Intelijen Nasional (CNI) mengenai masuknya migran secara massal dari Maroko ke daerah kantong (enklave) Ceuta di Afrika Utara, demikian laporan kantor berita Spanyol, EFE, Selasa.

Laporan itu akan dimuat dalam sebuah berkas yang akan dipublikasikan pada Rabu, tulis EFE mengutip sejumlah sumber pemerintah.

Berkas tersebut akan mencakup dokumen yang disusun sebelum peristiwa pada 30-31 Juli serta laporan analisis pascakrisis yang dibuat pada Agustus.

Pemerintah akan memenuhi janji Perdana Menteri Pedro Sanchez untuk membuka kepada publik seluruh laporan terkait yang berasal dari CNI, lembaga penegak hukum, dan badan Eropa Frontex.

Sejauh ini, hanya sejumlah laporan dari kepolisian Spanyol dan Guardia Civil yang telah dipublikasikan, sehingga memicu kontroversi politik.

Pihak oposisi mengeklaim bahwa lembaga penegak hukum telah memperingatkan sebelumnya mengenai risiko masuknya migran secara massal dan menuding adanya keterlibatan Maroko.

Sanchez mengatakan pemerintah tidak menerima peringatan dari lembaga intelijen maupun keamanan mengenai potensi skala peristiwa tersebut dan bahwa tidak ada bukti mengenai peran Maroko yang disampaikan kepada pemerintahnya.

Pada akhir Juli, Ceuta menghadapi masuknya migran secara besar-besaran. Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan sekitar 72.000 migran dari Maroko telah memasuki enklave tersebut.

Sanchez pada pekan lalu mengatakan sekitar 5.000 migran tanpa dokumen masih berada di kota otonom tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PM Spanyol: Otoritas Maroko tak terbukti terlibat krisis migran Ceuta

Baca juga: Serikat polisi Spanyol tuntut mendagri mundur atas krisis Ceuta

​​​​​​​

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |