"Smartboard" bantuan Presiden rusak akibat banjir di Aceh Barat

2 months ago 25

Meulaboh (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh memastikan sejumlah televisi pintar ("smarboard") bantuan Presiden Prabowo Subianto yang tersebar di sejumlah sekolah di daerah itu rusak akibat terendam banjir pada pekan lalu.

“Jumlahnya mencapai puluhan unit yang rusak, saat ini pendataan masih kami lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Husensah di Meulaboh, Senin.

Ia mengatakan televisi pintar bantuan Presiden tersebut, selama ini ditempatkan di ruang dewan guru di setiap sekolah, karena masing-masing sekolah hanya mendapatkan satu unit televisi.

Banjir bandang dan banjir luapan yang terjadi sejak Rabu (26/11) hingga Kamis (27/11) itu, telah mengakibatkan televisi pintar bantuan pemerintah rusak dan tidak bisa digunakan.

Baca juga: Pemkab Agam liburkan siswa, dampak bencana hidrometeorologi

Selain itu, 32 sekolah dasar tersebar di 10 kecamatan di Aceh Barat terendam banjir dan lumpur, sehingga aktivitas belajar bagi murid belum bisa dilaksanakan untuk sementara waktu.

Bencana alam itu juga mengakibatkan berbagai sarana belajar di sekolah dasar rusak parah, termasuk meja, kursi, buku, alat peraga, serta ruang belajar dan sarana elektronik lainnya.

Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan daerah, termasuk pemerintah provinsi, agar segera mendapatkan penanganan lanjutan.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini masih melakukan pendataan terhadap SMP yang terkena banjir bandang dan banjir luapan, yang mengakibatkan kerusakan berbagai fasilitas dan sarana belajar bagi anak didik.

Baca juga: Pembelajaran di Aceh, Sumut, Sumbar segera dipulihkan

Baca juga: 32 SD di Aceh Barat terendam banjir, dua sekolah hancur

Baca juga: Pemkab Aceh Barat liburkan 37 sekolah akibat terkena banjir

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |