Jakarta (ANTARA) - Screen Actors Guild-American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) atau serikat yang menaungi aktor mengecam model video kecerdasan buatan/AI Seedance 2.0 milik ByteDance.
Menurut laporan Variety, Jumat (13/2) waktu setempat, SAG-AFTRA mengecam model video baru AI milik ByteDance yang memungkinkan terjadinya pelanggaran hak cipta secara luas di internet.
“SAG-AFTRA berdiri bersama studio-studio dalam mengecam pelanggaran terang-terangan yang dimungkinkan oleh model video AI baru ByteDance, Seedance 2.0,” kata SAG-AFTRA.
SAG-AFTRA mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mencakup penggunaan suara dan rupa anggotanya tanpa izin. Hal itu tidak dapat diterima dan merusak kemampuan talenta manusia untuk mencari nafkah.
“Seedance 2.0 mengabaikan hukum, etika, standar industri, dan prinsip dasar persetujuan. Pengembangan AI yang bertanggung jawab menuntut adanya tanggung jawab, dan hal itu sama sekali tidak ada di sini,” tambahnya.
Baca juga: Jessica Gunning prioritaskan kesehatan mental aktor "Baby Reindeers"
Presiden SAG-AFTRA, Sean Astin, termasuk di antara mereka yang kemiripan wajahnya digunakan dalam video yang dihasilkan oleh model AI Seedance 2.0. Dalam video itu, ia tampil sebagai Samwise Gamgee dari “The Lord of the Rings,” yang mengatakan, “Mr. Frodo, kenapa kita tidak langsung saja naik Elang ke Gunung Doom?”.
Serikat pekerja para pemeran itu menyebut video Seedance, yang juga menampilkan Brad Pitt dan Tom Cruise bertarung di atas atap, di antara banyak contoh lainnya, sebagai “pelanggaran yang terang-terangan.
Disney juga mengirimkan surat penghentian dan peringatan (cease and desist) kepada ByteDance. Surat tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Axios, menuduh perusahaan itu menyediakan bajakan karakter berhak cipta milik Disney dari Star Wars, Marvel, dan waralaba Disney lainnya. Hal itu seolah-olah kekayaan intelektual Disney yang sangat berharga adalah clip art domain publik gratis.
“Perampasan virtual atas IP Disney oleh ByteDance dilakukan dengan sengaja, meluas, dan sepenuhnya tidak dapat diterima,” tulis David Singer, mitra di Jenner & Block.
Motion Picture Association juga mengecam ByteDance dan menyerukan agar perusahaan tersebut segera menghentikan tindakan pelanggarannya.
Human Artistry Campaign, koalisi kelompok hak seniman yang berafiliasi dengan serikat-serikat Hollywood, juga menyuarakan penentangan terhadap model AI tersebut.
Baca juga: Pernyataan kontroversial buat pemeran "Emilia Perez" jauh dari sorotan
“Peluncuran Seedance 2.0 adalah serangan terhadap setiap kreator di seluruh dunia,” kata juru bicara kampanye tersebut.
Human Artistry Campaign menegaskan mencuri karya kreator manusia dalam upaya menggantikan mereka dengan konten AI yang dangkal dan berkualitas rendah merusak budaya, di mana mencuri bukanlah inovasi.
“Deepfake dan kloning suara aktor tanpa izin ini melanggar aspek paling dasar dari otonomi pribadi dan seharusnya sangat mengkhawatirkan bagi semua orang. Otoritas harus menggunakan setiap perangkat hukum yang tersedia untuk menghentikan pencurian besar-besaran ini,” lanjutnya.
Seedance tampaknya menandai kemajuan signifikan dibandingkan platform video AI sebelumnya, karena menggabungkan audio dan video untuk menciptakan nuansa yang lebih sinematik.
SAG-AFTRA selama beberapa tahun terakhir berupaya menetapkan batasan (guardrails) terkait replikasi AI atas rupa aktor. Pada 2023, serikat tersebut melakukan mogok kerja untuk menegaskan prinsip “persetujuan dan kompensasi” atas setiap penggunaan aktor yang dapat dikenali oleh studio-studio besar.
Baca juga: Selena Gomez tampil menawan dengan gaun pengantin putih di SAG Awards
Baca juga: Selena Gomez, Hailee Steinfeld dan jajaran presenter SAG Awards 2022
Baca juga: Netflix akan siarkan SAG Awards secara langsung mulai 2024
Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































