Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dan pembekalan sekaligus membuka latihan instruktur dan kursus pelatih II GP Ansor, Banser dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor di Bantul, DIY, Sabtu.
Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan soal penguatan sinergi dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga mengajak organisasi saya Nahdlatul Ulama (NU) itu untuk menyukseskan seluruh program pemerintah.
"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia kader NU, Banser, dan Ansor akan semakin meningkat untuk menjaga stabilitas kamtibmas, mendukung program pemerintah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Sigit dalam keterangan diterima di Jakarta.
Menurut Sigit, seluruh elemen bangsa harus bersatu padu di tengah keberagaman suku, budaya, agama. Hal itu, kata dia, merupakan kekuatan utama Bangsa Indonesia.
Apalagi, menurut dia, situasi global saat ini sedang tidak menentu dan berdampak kepada situasi dalam negeri. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat seluruh anak bangsa.
"Di tengah tekanan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih berada pada posisi stabil, hal tersebut tidak terlepas dari implementasi misi Astacita serta berbagai kebijakan dan program pemerintah lainnya," ujar Sigit.
"Saya menitipkan agar NU, Banser, Ansor agar terus beriringan bersama-sama Polri, meningkatkan sinergi, kebersamaan, dan kolaborasi agar semakin kuat," kata dia menekankan.
Sigit melanjutkan bahwa seluruh jajaran Polri harus bahu membahu dengan NU, Ansor, Banser, dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjaga dan membangun bangsa agar menjadi lebih baik.
"Tunjukkan kepada dunia Indonesia adalah negara yang luar biasa, mampu melompat dari negara berkembang menjadi negara maju, dan dipandang oleh dunia internasional," katanya.
Baca juga: Kapolri perintahkan jajaran kejar pelaku penembakan pesawat Smart Air
Baca juga: Prabowo janji berikan Bintang Mahaputera untuk Kapolri
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































