Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI ingin menyelenggarakan peringatan hari wafat atau haul para ulama dan pejuang Betawi karena mereka sangat berjasa bagi Jakarta sebagai bentuk apresiasi.
"Saya betul-betul menginginkan acara yang kita adakan, mungkin baru pertama kali ini diadakan yaitu haul ulama dan pejuang Betawi yang berjasa bagi Jakarta ini," kata Gubernur DKI Pramono Anung kepada wartawan di Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu.
Pramono mengatakan agak jarang adanya penyelenggaraan haul ulama maupun tokoh Betawi di Jakarta.
Maka itu, nantinya diharapkan kegiatan itu dipersiapkan dalam rangkaian perayaan ulang tahun Jakarta di Monas pada tahun ini.
Ia juga berharap agenda itu mampu menjadi momen apresiasi kepada para pejuang dan ulama-ulama besar Betawi yang telah berkontribusi bagi kemajuan Jakarta.
"Misalnya, KH Abdullah Syafi'ie, KH Syafi'i Hadzami ini kebetulan kakeknya Prof. Firdaus, pahlawan kita Mohammad Husni Thamrin. Kita tidak pernah sama sekali mengadakan acara haul untuk para ulama, tokoh-tokoh itu yang diadakan bersama-sama oleh Pemerintah DKI Jakarta," ucapnya.
Adapun rangkaian dukungan budaya Betawi yang digencarkan Pemerintah Provinsi DKI yakni Festival Bandeng Rawa Belong digelar pada 14-15 Februari 2026.
Kemudian, mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) memakai ujung serong dan kebaya encim setiap Rabu.
Baca juga: Mengenal ulama Betawi
Baca juga: Bamus Betawi: Haji Lulung sosok pejuang kaum Betawi
Baca juga: PBNU gelar haul pejuang Nahdlatul Ulama
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































