SleekFlow perluas AI untuk respons pelanggan & baca perilaku konsumen

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Platform teknologi omnichannel conversational SleekFlow memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu bisnis meningkatkan kecepatan respons pelanggan sekaligus menganalisis perilaku konsumen, seiring meningkatnya tuntutan layanan instan di era transaksi digital.

Langkah tersebut dilakukan di tengah perubahan perilaku konsumen digital yang semakin mengutamakan kecepatan respons dalam proses pembelian.

Berdasarkan riset SleekFlow, sebanyak 46 persen konsumen kehilangan minat apabila tidak memperoleh balasan dalam waktu lima menit, sementara 72 persen lainnya tidak bersedia menunggu lebih lama setelah melewati batas tersebut.

Riset yang sama juga menunjukkan 81 persen responden memilih WhatsApp sebagai kanal utama saat berinteraksi dengan bisnis, menandakan pergeseran customer journey yang semakin mengutamakan komunikasi instan.

"SleekFlow melihat perubahan ini bukan hanya sebagai tren adopsi AI, melainkan transformasi yang lebih besar dalam bagaimana bisnis membangun infrastruktur customer engagement," tulis SleekFlow dalam siaran pers pada Jumat.

SleekFlow pun menilai bahwa bisnis mulai mengadopsi model engagement hybrid yang menggabungkan otomasi AI dan dukungan human agent untuk meningkatkan responsivitas tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Baca juga: SleekFlow: AI tidak sekadar cepat tapi juga harus bisa dipercaya

Riset mereka juga menemukan bahwa 73 persen konsumen Asia Tenggara masih memilih interaksi manusia untuk kasus yang kompleks, 71 persen menganggap peran sales tetap penting dalam keputusan pembelian produk bernilai tinggi atau kompleks, dan 22 persen mulai terbuka terhadap model layanan hybrid yang menggabungkan AI dan manusia.

Sebagai bagian dari evolusi AI Suite yang lebih luas, SleekFlow kini memperluas fokusnya dari sekadar messaging dan automation menuju kemampuan membantu bisnis memahami perilaku pelanggan melalui data percakapan.

Dalam waktu dekat, perusahaan akan menghadirkan fitur CX Intelligence, yang dirancang untuk membantu bisnis menganalisis keluhan dan pertanyaan pelanggan yang sering muncul, tren permintaan produk, pola sentimen pelanggan hingga Customer Satisfaction Scores (CSAT).

Fitur tersebut ditujukan membantu perusahaan mengubah percakapan pelanggan menjadi insight operasional, sehingga bisnis tidak hanya merespons keluhan lebih cepat, tetapi juga memahami tren permintaan dan tingkat kepuasan pelanggan.

Penggunaan AI

Sebagai contoh, Vlife Indonesia, klinik ortopedi di Indonesia, menggunakan AI Agent untuk mendukung customer engagement selama 24 jam, melakukan kualifikasi leads, mengarahkan percakapan ke admin cabang, serta mengelola database pelanggan.

Sebelumnya, layanan pelanggan terbatas pada jam operasional. Kini, bisnis dapat tetap responsif di luar jam kerja dan berhasil meningkatkan Sales Qualified Leads (SQLs) hingga dua kali lipat melalui engagement yang selalu aktif.

Baca juga: SleekFlow: Konsumen pakai AI untuk mendukung, bukan gantikan manusia

“Kami berhasil meningkatkan response time secara signifikan dan mengelola percakapan pelanggan dengan lebih efisien di berbagai kanal. AgentFlow juga membantu kami tetap responsif di luar jam operasional, memungkinkan kami tetap melayani customer bahkan saat malam hari dan mengurangi peluang yang terlewat,” kata Digital Ads Administration Safinah Rizkiyani.

Adapun bagi jaringan klinik kecantikan Bening’s Clinic, pengelolaan komunikasi pelanggan secara manual menjadi semakin kompleks. Workflow yang terpisah dan komunikasi yang terfragmentasi antar cabang membuat tim kesulitan menjaga engagement pelanggan secara konsisten serta merespons customer secara efisien dalam skala besar.

Dengan mengimplementasikani SleekFlow, Bening’s Clinic kini dapat memusatkan percakapan pelanggan, meningkatkan koordinasi antar cabang, serta mengotomasi proses reservasi untuk mendukung peningkatan volume customer.

“Dengan SleekFlow, Bening’s kini dapat mengelola lebih dari leads, dari berbagai channel seperti digital campaign, Click-to-WhatsApp Ads, event, partnership, hingga KOL dengan lebih optimal. Hal ini turut mendorong booking rate hingga 5 kali lipat," kata Evi Hardiani Head Central Bening’s Clinic.

Dengan demikian, SleekFlow menilai pemanfaatan AI dalam customer engagement ke depan akan semakin difokuskan pada kombinasi otomatisasi dan intervensi manusia, seiring meningkatnya kebutuhan bisnis terhadap layanan yang responsif sekaligus personal.

Baca juga: SleekFlow bantu percepat pertumbuhan merek

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |