Wamenkomdigi: Semangat kurban relevan jembatani kesenjangan digital

3 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan semangat berkurban untuk memperkuat solidaritas sosial relevan menjembatani kesenjangan digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, nilai kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi menjadi fondasi penting dalam memastikan transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Ibadah kurban yang berakar kuat dalam tradisi Islam jauh lebih penting daripada sekadar ritual tahunan. Ibadah ini merupakan cermin kuat dari nilai-nilai kemanusiaan yang kita junjung bersama. Kurban mengajarkan arti kedermawanan dan mendorong kita memberi dengan tulus tanpa pamrih kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Wamen Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat dan dinamis dan menciptakan era transformasi yang baru.

Nezar mengatakan era itu adalah era transformasi digital yang menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan yang harus dihadapi melalui kerja sama dan komitmen bersama.

Baca juga: Wamenkomdigi sebut satelit LEO alternatif atasi "blank spot" 3T

“Era ini menghadirkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya sekaligus tantangan yang signifikan. Untuk mengarungi lanskap transformatif ini, kita harus mengambil inspirasi dari esensi semangat kurban, yakni bagaimana upaya kolektif, kerja sama, serta komitmen demi kemaslahatan bersama dapat mempercepat inovasi dan memperkuat kolaborasi kita di era kecerdasan artifisial,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya diukur dari dampak ekonomi, tetapi juga dari kemampuan teknologi dalam memberdayakan masyarakat dan memperkuat kehidupan sosial.

Maka dari itu, pengembangan talenta digital menjadi salah satu faktor penting yang harus dijaga dalam transformasi digital nasional agar setiap teknologi yang berkembang nantinya dapat dimanfaatkan dengan optimal.

“Tentu saja pembangunan digital tidak ada artinya tanpa pembangunan talenta. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif untuk memanfaatkan keunggulan jaringan telekomunikasi yang telah terbangun,” tegasnya.

Wamen Nezar berharap nilai-nilai kedermawanan, kepedulian, dan solidaritas yang tercermin dalam ibadah kurban dapat menjadi landasan dalam menghadapi era artificial intelligence menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Dengan menjalankan nilai-nilai kedermawanan, kepedulian, dan solidaritas, kita dapat memastikan bahwa artificial intelligence menjadi instrumen yang kuat bagi kemajuan bangsa sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045,” Nezar menutup pernyataannya.

Baca juga: Wamenkomdigi tekankan tata kelola AI berbasis etika untuk regulasi

Baca juga: Wamenkomdigi beberkan potensi Indonesia masuk rantai pasok industri AI

Baca juga: Nezar sebut open source dan kolaborasi pendorong inklusivitas digital

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |