Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet disabilitas putri Indonesia Siti Aisyah, yang baru berusia 15 tahun, mengatakan bahwa cabang olahraga para renang adalah hidupnya.
Siti tidak bisa membayangkan bagaimana jika para renang tidak hadir dan menjadi bagian dari perjalanannya.
"Kalau tidak dikenalkan oleh bunda (ipar ibu Siti), saya tidak tahu mau menjadi apa ketika semakin dewasa nanti,” kata Siti kepada ANTARA, setelah menyabet medali emas ASEAN Para Games (APG) 2025, melalui nomor gaya punggung S14, di 80th Birthday Anniversary Stadium’s Aquatic Center, Nakhon Ratchasima, Sabtu.
Baca juga: Indonesia torehkan tujuh emas-dua rekor para renang hari keempat APG
Baca juga: Indonesia raih 69 emas, para renang-atletik kontributor terbanyak
Dia mengungkapkan, pencapaian prestasi tersebut tidak lepas dari peran besar keluarga yang sejak awal mendorongnya menekuni para renang.
Dukungan keluarga menjadi pegangan utama Siti terutama ketika menghadapi masa-masa sulit dalam latihan dan pertandingan.
Oleh sebab itu, setelah memastikan diri mengunci medali kasta tertinggi, Siti langsung mencari telepon genggamnya untuk menghubungi sang ibu yang menonton bersama keluarga besar di Kota Padang, Sumatera Barat.
Dia mengungkapkan, ipar ibunya adalah orang pertama yang mendorongnya untuk menggeluti dunia para renang. Dengan begitu dia bisa berprestasi, bahkan mengharumkan nama bangsa dan negara, di tengah keterbatasan fisik.
Situ menyebut, emas pertamanya di APG menjadi tonggak penting perjalanan kariernya sebagai perenang muda nasional. Torehan itu juga menjadi penegas masa depannya untuk terus berjuang di tim para renang Indonesia ke depan.
Meski telah meraih emas, Siti menegaskan tidak ingin cepat puas. Dia masih akan tampil pada final nomor 100 meter gaya punggung putri S14 yang dijadwalkan berlangsung Minggu (25/1).
Baginya, para renang bukan sekadar ajang meraih medali, melainkan jalan hidup yang membentuk tujuan dan masa depan.
Dukungan keluarga dan kedisiplinan latihan menjadi bekal Siti untuk terus melangkah, sekaligus menjaga pesan keluarga agar tetap rendah hati dan rajin berdoa.
Baca juga: Tenis meja sumbang emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Baca juga: Tampil lepas antarkan Ken Swagumilang sabet emas perdana di APG
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































