Palu (ANTARA) - Seorang warga negara asing (WNA) asal China bernama Guo Zhenrong menjadi korban penganiayaan dan pencurian setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (16/2) malam.
Kapolsek Tawaeli Iptu Zulham Abdillah di Palu, Selasa, menjelaskan kejadian bermula saat korban mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport hitam bernomor polisi B 1526 JJB dan menabrak sepeda motor yang terparkir di tepi Jalan Rata Lembah.
Warga yang melihat peristiwa tersebut kemudian berkumpul di lokasi. Sebagian di antaranya melakukan pengejaran terhadap kendaraan korban sambil melempari mobil dengan batu.
Korban akhirnya menghentikan kendaraan di depan Indomaret Kayumalue Ngapa, lalu mengalami penganiayaan dan pencurian oleh sekelompok orang yang identitasnya belum diketahui.
Ia mengatakan pihaknya yang berada tidak jauh dari tempat kejadian segera mengamankan korban dan mengevakuasinya ke RSUD Madani untuk mendapatkan perawatan medis.
"Atas arahan Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, kami langsung mengamankan korban dan mengevakuasinya ke RSUD Madani untuk mendapatkan penanganan medis, karena keselamatan korban menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia menerangkan kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dan saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku penganiayaan dan pencurian tersebut. Aparat juga mengamankan uang tunai sebesar Rp2,14 juta yang ditemukan di tempat kejadian.
Ia juga menegaskan komitmen Kapolresta Palu bahwa proses penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan profesional, serta mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan setiap persoalan hukum kepada pihak berwenang.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian mulut dan gigi rontok, serta kehilangan telepon seluler, tas berisi dokumen penting, dan uang tunai.
"Hingga saat ini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan, dan pencarian barang milik korban yang hilang masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian," ujarnya.
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































