Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten memprioritaskan penanganan enam ruas jalan kewenangan provinsi menjelang arus mudik Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran lalu lintas, terutama akses menuju kawasan wisata Anyer, Carita, Tanjung Lesung, hingga Sawarna.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, selain jalur tol dan arteri nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, jalan provinsi disiapkan sebagai jalur alternatif dan penyangga pergerakan kendaraan.
“Terdapat enam ruas jalan provinsi yang menjadi prioritas penanganan kami. Sesuai arahan Bapak Gubernur pada H-10 Lebaran seluruh lubang jalan harus sudah tertangani. Hal ini penting untuk memastikan perjalanan masyarakat, terutama yang menuju kawasan wisata, dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujar Arlan dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa.
Enam ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan dan pemeliharaan meliputi Taktakan–Gunung Sari, Palima–Cinangka, Mengger–Saringin, Saketi–Malingping, Citeras–Tigaraksa, serta Ciruas–Petir–Warung Gunung.
Ruas-ruas tersebut dinilai strategis karena menjadi akses utama ke destinasi wisata pesisir dan selatan Banten yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas saat libur Lebaran.
Arlan menegaskan arus mudik dan arus balik utama tetap bertumpu pada jalan tol dan arteri dari Jakarta menuju Merak. Namun, jalan provinsi memiliki peran penting untuk mengurai kepadatan jika terjadi penumpukan kendaraan di jalur utama.
“Fungsi jalan provinsi adalah menunjang dan menjadi jalur alternatif strategis bagi pemudik maupun wisatawan,” katanya.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, Dinas PUPR Banten juga menunda sementara proyek konstruksi besar yang berpotensi menyebabkan sistem buka-tutup jalan. Langkah itu diambil agar tidak menimbulkan hambatan tambahan selama periode mudik dan balik.
“Kami memilih untuk mengoptimalkan pekerjaan pemeliharaan rutin guna memastikan kondisi jalan tetap mantap. Penundaan proyek konstruksi sementara dilakukan agar tidak menimbulkan hambatan baru bagi pengguna jalan selama masa mudik,” ujar Arlan.
Pemprov Banten menargetkan seluruh pekerjaan tambal sulam dan perbaikan lubang jalan rampung sebelum H-10 Lebaran sehingga kondisi jalan provinsi dalam keadaan mantap saat puncak arus mudik. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama Idul Fitri 2026.
Baca juga: Pemprov Banten bangun jalan poros desa 1,5 kilometer di Tangerang
Baca juga: Kemenhub tambah kapal mudik Lebaran di pelabuhan alternatif Banten
Baca juga: Pemprov Jateng kebut perbaikan jalan jelang Lebaran
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































