Denpasar (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali memastikan lalu lintas jalur penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk lancar tanpa kemacetan selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
“Sejauh ini tidak terjadi kemacetan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, kalau di pintu masuk melalui penyeberangan Gilimanuk kemacetan biasanya terjadi saat arus mudik lebaran,” kata Kepala Dishub Provinsi Bali I Kadek Mudarta di Denpasar, Selasa.
Ia menjelaskan situasi lancar ini tercermin dari volume kendaraan keluar-masuk Bali menjelang puncak Imlek Minggu (15/2) yang tidak berbeda jauh dari kondisi rata-rata harian.
Rata-rata kendaraan masuk periode 1-15 Februari 2026 sebanyak 5.557 unit, terdiri atas kendaraan roda dua 1.544 unit dan kendaraan roda empat 4.013 unit.
Baca juga: Dishub Bali tunggu kepastian mitra investor yang bangun subway
Baca juga: Pemprov tegaskan belum ada penentuan lokasi bandara di Bali Utara
Sedangkan volume kendaraan masuk pada puncak arus kedatangan Imlek yaitu 15 Februari sebanyak 6.788 unit atau tidak berbeda jauh.
“Berdasarkan data Korsatpel Gilimanuk dan Perhitungan Traffic counting yang dilakukan BPTD Kelas II Bali, secara umum tidak ada lonjakan signifikan kendaraan yang masuk Bali selama libur Imlek,” ujar Kepala Dishub Bali.
Ia meyakini kemacetan pada jalur Pelabuhan Gilimanuk baru akan terjadi bulan Maret, mengingat Imlek kali ini hanya berjarak satu bulan dari libur panjang lebaran dan Nyepi.
Situasi landai juga terjadi pada arus kendaraan yang meninggalkan Bali via Pelabuhan Gilimanuk, di mana rata-rata kendaraan keluar sejak 1-15 Februari 2026 sebanyak 5.471 unit terdiri atas kendaraan roda dua 1.561 unit dan kendaraan roda empat 3.910.
“Jumlah kendaraan keluar Bali tertinggi melalui Pelabuhan Gilimanuk terjadi pada 14 Februari sebanyak 6.549 unit dan terendah pada 2 Februari sebanyak 4.930 unit,” ucap Mudarta.
Dishub Bali memastikan jajarannya terus menjaga potensi kepadatan pada momentum Tahun Baru Imlek 2026 ini hingga arus balik.
Tak hanya di penyeberangan, pada jalur darat utamanya ruas jalan menuju kawasan daya tarik wisata (DTW) juga menjadi perhatian.
“Hingga saat ini di simpang yang dipantau Dishub Bali seperti sepanjang By Pass Ngurah Rai juga relatif lebih landai dibandingkan 2 hari kemarin, sementara di objek wisata ditangani dinas perhubungan kabupaten/kota,” ujar Mudarta.
Baca juga: Dishub batasi truk sumbu tiga masuk Bali buntut jalan jebol Bajera
Baca juga: Dishub Bali kerahkan bus angkut pengunjung ajang Panjat Tebing Dunia
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































