Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet para judo putri Indonesia Novia Larassati mengaku lawan terberatnya dalam menghadapi ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand adalah senior senegara, yakni Marialam Sihotang.
Meski berhasil merebut medali emas nomor perorangan J1/J2 kelas -52 kilogram (kg) putri, tetapi dia harus memulai perjuangan yang ketat saat bersua Marialam sehingga hanya menang satu poin atau yuko hingga akhir waktu 4 menit.
"Saya berusaha terus sambil berdoa, sambil mencari teknik dan momen untuk bisa membanting dengan tepat," kata Novia setelah menerima medali emas, di Convention Hall, The Mall Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat.
Dalam laga pertama final dengan format round robin yang saling mempertemukan seluruh peserta, hanya Marialam yang membuat Novia tidak mendapatkan ippon atau nilai tertinggi hingga waktu pertandingan selesai.
Baca juga: Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
Situasi itu melawan senior yang berumur 39 tahun itu, membuat Novia harus mengendalikan emosi sekaligus menjaga fokus.
Novia menambahkan, pertandingan melawan senior menjadi ujian mental tersendiri karena menentukan ritme pada pertandingan berikutnya.
Dia mengaku lebih memilih bermain sabar, menyiapkan teknik bantingan, serta menunggu momentum yang tepat agar tidak melakukan kesalahan.
"Ya memang kuncinya semua adalah harus tenang," ujar judoka berumur 24 tahun itu.
Emas di Thailand melengkapi catatan prestasi Novia pada ASEAN Para Games.
Baca juga: Setelah APG 2023, tim judo targetkan raih medali di Asian Para Games
Pada edisi 2022 di Solo, dia meraih medali perunggu, kemudian naik podium tertinggi pada Kamboja 2023, dan kembali mempertahankan emas di Thailand.
Perbedaan kelas berat badan juga menjadi bagian dari perjalanannya, mulai dari -48 kg, -57 kg, hingga kini tampil di -52 kg.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, pelatih, dan keluarga yang terus mendukungnya. Terkhusus peran suami yang tidak mau membebani target medali, melainkan menekankan pentingnya pulang dalam kondisi sehat.
Ke depan, Novia berharap dapat melanjutkan konsistensi prestasinya dengan tampil di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, serta Paralimpiade Los Angeles 2028.
Baca juga: NPC Indonesia optimistis dalam perburuan tiket Paralimpiade 2028
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































