Jakarta (ANTARA) - Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Bob Tyasika Ananta menyatakan bahwa pihaknya memberikan keringanan kepada 134 ribu nasabah kredit yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera.
“BSI memberikan keringanan kepada nasabah pembiayaan sekitar 134 ribu nasabah dengan melakukan restrukturisasi pembiayaan sesuai dengan kondisi keuangan nasabah,” kata Bob Tyasika Ananta di Jakarta, Jumat.
Pihaknya juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana di 33 kota dan kabupaten di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat senilai total Rp23,9 miliar, atau setara dengan 210 ton bantuan yang dibagikan dalam 14 tahap penyaluran.
Bersama BUMN lainnya serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah, perseroan berkontribusi dalam pembangunan hunian sementara (huntara) sebanyak 139 unit, yakni 90 unit di Aceh Tamiang dan 49 unit di Aceh Timur.
Ia mengatakan, pihaknya juga memberikan bantuan alat komunikasi Starlink dan HP satelit, pendirian dapur umum, posko trauma healing dan posko kesehatan.
Selain melalui dukungan langsung kepada masyarakat terdampak bencana, Bob menuturkan bahwa perseroan juga terus meningkatkan kontribusi kepada masyarakat dan negara melalui pembayaran pajak dan penyaluran zakat.
“Sejak merger hingga 2025, total pajak perusahaan yang sudah dibayarkan itu sekitar Rp8,12 triliun dari laba BSI,” ujarnya.
Selain itu, sebagai lembaga yang juga aktif mengelola zakat, pihaknya telah menghimpun sekitar Rp1,2 triliun zakat, yang terdiri dari zakat perusahaan sebesar Rp915 miliar, zakat pegawai Rp174 miliar, dan zakat nasabah Rp181 miliar.
Zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ziswaf) yang terkumpul kemudian disalurkan melalui BSI Maslahat antara lain di bidang sosial sebesar Rp148,8 miliar bagi 599 ribu penerima, pendidikan Rp114 miliar untuk 23 ribu penerima, dakwah Rp38,2 miliar dengan 45.900 penerima, ekonomi Rp26,4 miliar dan kesehatan Rp11,8 miliar.
BSI juga secara konsisten memberikan beasiswa pendidikan dengan lebih dari 10 ribu penerima, serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan 4.900 UMKM dan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia).
Baca juga: Laba BSI naik 8,02 persen jadi Rp7,57 triliun pada 2025
Baca juga: BSI sandang status "persero", siap dukung langkah strategis pemerintah
Baca juga: BSI raih peringkat 1 rating ESG Global Islamic Banking
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































