Jakarta (ANTARA) - Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18, Partai Gerindra membagikan bibit pohon buah sebagai simbol keberlanjutan perjuangan, dengan menanam kebaikan yang akan tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Ketua DPP Partai Gerindra yang juga Anggota DPRD Provinsi Jakarta Setyoko menjelaskan bahwa ada sebanyak 2.500 bibit pohon yang diberikan kepada masyarakat. Melalui bibit itu, menurut dia, Gerindra ingin menegaskan bahwa perjuangan politik bukan sekadar tentang hari ini.
"Kenapa bibit, ini simbol bahwa jalan perjuangan masih panjang, masih harus disiram dan dipupuk agar bisa memberi manfaat bagi rakyat banyak,” kata Setyoko di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pembagian bibit pohon tersebut juga sejalan dengan Program ASRI yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Partai Gerindra, kata dia, memandang bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
“Untuk tahun ini kita menggelar pembagian bibit pohon sejalan dengan Program ASRI yang diinisiasi Presiden Prabowo. Program ini hadir sebagai ajakan nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata dia.
Menurut dia, menjaga lingkungan bukan sekadar urusan keindahan, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat.
“Lingkungan yang rapi dan terawat bukan cuma bikin nyaman, tapi juga jadi cerminan kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Selain bibit, menurut dia, Gerindra juga membagikan 8.500 paket sembako di wilayah Jabodetabek. Santunan bagi anak yatim juga kembali digelar sebagai tradisi tahunan partai.
"Kami mohon didoakan agar Partai Gerindra dan Pak Prabowo bisa terus membantu masyarakat,” katanya.
Baca juga: Prabowo disambut yel-yel saat tiba di kediaman untuk HUT Gerindra
Baca juga: Gerindra gelar HUT Ke-18 di rumah Prabowo untuk internal dan sederhana
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































