Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Pelatih para tenis meja Indonesia Bayu Widhie mengatakan bahwa pencapaian sektor tunggal masih sesuai dengan rencana atau on the track, dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand, sehingga dirinya yakin akan banyak menyumbangkan emas untuk tim.
"Mengingat sekarang ada banyak pemain-pemain baru dari negara lain, meski persaingan semakin ketat," kata Bayu di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat.
Dia menjelaskan, tim terus berupaya menjaga konsistensi performa pada hari pertandingan sektor tunggal di ASEAN Para Games 2025.
Hingga hari ini, para tenis meja telah sukses menambah empat medali emas dari nomor tunggal.
Baca juga: Para tenis meja incar minimal 11 emas ASEAN Para Games Thailand 2025
Lebih lanjut dia menjelaskan, torehan tersebut melengkapi catatan sementara dengan total empat emas, enam perak, dan 17 perunggu, sekaligus memperkuat posisi sektor tersebut sebagai salah satu andalan kontingen Indonesia.
Empat medali emas itu masing-masing disumbangkan oleh Komet Akbar pada nomor tunggal putra TT10, Yayang Gunaya di tunggal putra TT4, Kusnanto pada nomor tunggal putra TT9, dan Hamida di nomor tunggal putri TT8.
Seluruh atlet mampu menampilkan permainan disiplin dan konsisten hingga partai final.
Baca juga: Tertua di tim, Tatok ingin terus berprestasi untuk Indonesia di APG
Secara keseluruhan tim para tenis meja Indonesia menurunkan 36 atlet yang terdiri atas 22 putra dan 14 putri pada multievent olahraga itu.
Bayu menambahkan, target yang dipasang selama APG 2025 adalah 11 medali emas, enam perak, dan 10 perunggu, sehingga sektor tunggal menjadi fondasi penting dalam perburuan pencapaian tersebut.
Fokus berikutnya, tambah dia, akan diarahkan pada nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, agar target medali secara keseluruhan dapat tercapai hingga akhir penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Baca juga: Sella Dwi Radayana belum beruntung di final para tenis meja APG 2025
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































