Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial melibatkan orang tua siswa Sekolah Rakyat dalam pemanfaatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat bantuan sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa keterlibatan tersebut menyasar orang tua dari 15.954 siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang mayoritas merupakan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
Kerja sama lintas kementerian diperlukan untuk mempercepat pemanfaatan koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dan Penguatan Ekonomi Masyarakat.
“Ini tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 dan 9 Tahun 2025. Di dalamnya mencakup penyelenggaraan Sekolah Rakyat, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Saifullah yang didampingi Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi, Kemensos mendorong keluarga penerima manfaat untuk secara bertahap menjadi anggota Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Selain itu, keluarga yang memiliki produk usaha juga didorong memasarkan hasil produksinya melalui koperasi tersebut.
Baca juga: Kemensos mulai pembangunan Sekolah Rakyat tahap awal di Bogor
Baca juga: PLN siap dukung program 80 ribu Kopdes Merah Putih
Menurut Saifullah, melalui skema proyek percontohan, keluarga penerima manfaat tidak hanya berperan sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai anggota koperasi. Dengan demikian, mereka dapat menjual produk, membeli kebutuhan pokok, serta memperoleh hak atas sisa hasil usaha koperasi.
Program tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi ekonomi bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal di desa dan kelurahan.
Projek percontohan kerja sama tersebut akan dilaksanakan pada sejumlah koperasi yang telah beroperasi, dengan target sebanyak 27 ribu koperasi siap berfungsi pada Maret - April 2026.
"Kita lihat nanti bagaimana pelaksanaannya apakah keanggotaan koperasi akan mengikuti ketentuan simpanan pokok dan simpanan wajib yang diterapkan secara bertahap," cetusnya.
Mensos Saifullah berharap pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat memperkuat kemandirian ekonomi keluarga Sekolah Rakyat serta mendukung peningkatan akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.
Baca juga: Rakernas Apkasi di Batam, Mensos minta pemda sukseskan Sekolah Rakyat
Baca juga: BGN harap lebih banyak Kopdes Merah Putih jadi supplier MBG pada 2026
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































