Sekolah di Lampung belajar daring dua hari antisipasi abu Krakatau

2 weeks ago 6

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pembelajaran di sekolah dilakukan daring selama dua hari untuk mengantisipasi adanya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di wilayahnya.

"Sekolah juga dalam dua hari ini, kami minta untuk melakukan pembelajaran secara daring," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Minggu.

Ia mengatakan hal tersebut dilaksanakan untuk mempertimbangkan aspek kesehatan bagi siswa sekolah di wilayahnya, akibat adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Selain itu untuk seluruh kegiatan sekolah, terutama kegiatan yang dilakukan di luar ruangan termasuk olahraga dan upacara semua dihentikan sementara," katanya.

Dia melanjutkan adanya aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena berdampak bagi masyarakat.

"Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian kami semua, karena merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia bersama dengan Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-Laki, dan Gunung Sinabung," ucap dia.

Menurut dia, seluruh informasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dipantau, serta diperbaharui secara berkala.

"Kita telah melakukan pengamatan sejak Jumat tentang aktivitas yang terjadi di Gunung Anak Krakatau. Dan akan terus melakukan upaya mitigasi, serta masyarakat diharapkan dapat mencari informasi berdasarkan sumber resmi terkait perkembangan ini, dan tetap tenang," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung kerahkan nakes bagikan masker kepada warga

Baca juga: 22 penerbangan di Bandara Radin Inten dibatalkan akibat abu Krakatau

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |