Sekjen PBNU: Prabowo ungkap RI di BoP demi cegah korban lebih banyak

13 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Saifullah Yusuf, menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sebagai upaya mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak dalam konflik kemanusiaan di Palestina.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Ipul itu usai bertemu Presiden Prabowo, bersama dengan perwakilan organisasi masyarakat Islam, pimpinan sejumlah pondok pesantren, dan tokoh-tokoh Islam lainnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

"Jadi Presiden menjelaskan pilihan-pilihan strategisnya bagaimana Indonesia harus turut berkontribusi dan terutama ini yang menjadi pertimbangan adalah masalah kemanusiaan. Jadi ini masalah kemanusiaan dan bisa berkontribusi mencegah adanya korban yang lebih banyak," kata dia.

Dalam penjelasannya, kata Gus Ipul, Prabowo menekankan kontribusi Indonesia melalui Board of Peace diarahkan untuk mendorong upaya pencegahan lebih banyak korban di wilayah konflik. Langkah tersebut juga dilakukan bersama sejumlah negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

"Dan berharap ini ya, tidak hanya sendiri toh, dengan delapan negara lain yang juga mayoritas muslim bisa menjaga," katanya.

Gus Ipul menambahkan, selain membahas Board of Peace, Presiden turut menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil pemerintah, baik di terkait dalam negeri maupun luar negeri.

Penjelasan itu disampaikan dalam dialog yang berlangsung produktif dan dipahami oleh para tokoh yang hadir.

"Saya lihat para tokoh-tokoh yang hadir memahami dan juga tentu memberikan dukungan, berharap Presiden juga bisa turut berkontribusi dalam memerdekaan Palestina dan juga menyertakan situasi yang produktif di Jalur Gaza," ucap dia.

Board of Peace merupakan badan internasional yang diprakasai Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Jalur Gaza pada masa transisi pascakonflik.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga menandatangani piagam Dewan Perdamaian itu, antara lain Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

Tidak ada satupun negara Eropa barat dan anggota NATO masuk dalam keanggotaan BoP, dan Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang bergabung.

Pewarta: Fathur Rochman/Genta Tenri Mawangi
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |