Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong Pemerintah Kabupaten Boven Digoel untuk mengirimkan putra-putri terbaik daerah agar terlibat langsung dalam pengembangan kawasan transmigrasi melalui Program Beasiswa Patriot.
Ia mengatakan peserta Program Beasiswa Patriot dari Boven Digoel dapat menempuh pendidikan di Kampus Patriot yang saat ini tengah dibangun di Salor, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
"Silahkan kirim mahasiswa atau SDM yang terbaik untuk mengikuti Beasiswa Patriot untuk ditempatkan di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke," kata M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Selain di Salor, ia mengatakan bahwa dua Kampus Patriot lainnya juga sedang dikembangkan di Kawasan Transmigrasi Batam-Rempang-Galang (Barelang), Batam, Kepulauan Riau, dan Kawasan Transmigrasi Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat.
Program beasiswa pascasarjana tersebut dibuka untuk 1.100 mahasiswa S2 dari tujuh perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).
Iftitah menyampaikan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) penting untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan transmigrasi, terutama dengan adanya rencana penambahan wilayah transmigrasi baru.
Ia mengatakan kini kementeriannya tengah memproses 60 daerah yang memohon penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT). Program transmigrasi saat ini hanya dapat berjalan atas permintaan pemerintah daerah dan sepenuhnya bertujuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat.
Program transmigrasi saat ini berfokus untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, lanjutnya.
“Konsepnya, pertama inklusif, semua orang harus kerja, orang lokal harus mendapat manfaat dari aktivitas ekonomi dan investasi. Kedua, berkeadilan, artinya upah orang-orang yang kerja itu harus layak. Ketiga, berkelanjutan, semua orang harus menjaga lingkungan,” ujar Iftitah.
Berikut daftar program studi yang dapat mengikuti Program Beasiswa Patriot 2026.
1. Kampus Patriot Barelang, Batam, Kepulauan Riau. Terdapat 14 program studi yang ditawarkan dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.
- ITS: Teknik Kelautan; Teknik Perkapalan, Teknik Sipil; dan Teknik Fisika (Rekayasa Energi Terbarukan)
- ITB: Logistik; dan Perencanaan Kepariwisataan
- IPB: Manajemen Sumber Daya Perairan (Teknologi Hasil Perairan)
- UI: Ilmu Kelautan; dan Industri Kreatif
- UNDIP: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik dan Manajemen Industri
- UNPAD: Perikanan; dan Konservasi Laut
- UGM: Agronomi
2. Kampus Patriot Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat. Terdapat 12 program studi yang ditawarkan dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.
- ITB: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Teknik Geodesi dan Geomatika; Teknik Kimia; dan Rekayasa Pertambangan
- ITS: Teknik Material dan Metalurgi; dan Sistem Informasi
- IPB: Agronomi dan Hortikultura
- UI: Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
- UNDIP: Teknik Lingkungan; dan Peternakan
- UNPAD: Teknologi Agroindustri
- UGM: Manajemen Agribisnis
3. Kampus Patriot Salor, Merauke, Papua Selatan. Terdapat 29 program studi yang ditawarkan dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.
- IPB: Teknologi Pascapanen; Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Manajemen Pembangunan Daerah; Ilmu Tanah; Ilmu Nutrisi dan Pakan; Bioteknologi; Ilmu Ekonomi Pertanian; dan Ilmu Gizi
- ITB: Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS); Teknik Geologi; Teknik Mesin (Pertanian); dan Sistem dan Teknologi Informasi
- ITS: Teknik Lingkungan; Teknik Geomatika; Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik Elektro
- UI: Teknik Sipil Peminatan Manajemen Infrastruktur; Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan; dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
- UNDIP: Energi; dan Manajemen Sumber Daya Perairan
- UNPAD: Antropologi; Ilmu Peternakan; Pariwisata Berkelanjutan; dan Ilmu Hukum (Agraria)
- UGM: Agronomi; Ilmu Perikanan; Teknologi Industri Pertanian; dan Teknologi Hasil Perkebunan
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































