Lubuk Basung (ANTARA) - Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat merampungkan pembangunan empat unit jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dalam memperlancar aktifitas warga sekitarnya.
Empat jembatan darurat dari kayu yang dipasang di Sungai Batang Nanggang Kecamatan Palembayan sudah selesai dibangun 100 persen oleh 30 personel dan dibantu masyarakat setempat satu Minggu lalu.
Pembangunan jembatan tersebut membutuhkan waktu selama satu bulan dan pembangunan secara bertahap. Untuk satu jembatan dengan waktu satu Minggu dan paling lama 10 hari.
Jembatan itu sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membawa hasil pertanian berupa padi dan akses anak pergi sekolah.
Baca juga: Jembatan gantung jadi jalur utama warga Pangandaran–Tasikmalaya
"Empat jembatan telah selesai kita bangun 100 persen di Koto Alam dua unit dan Kampung Tangah Timur dan Kampung Tangah Barat dua unit," kata Kepala Sub Satuan Tugas Tanggap Darurat Sat Brimob Polda Sumbar Kompol Dasrinal di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia mengatakan, jembatan itu menghubungkan Padang Gadiah menuju Padang Landua, Jorong Kampung Tangah Timur, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
Setelah itu menghubungkan Jorong Koto Alam menuju Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
"Dua jembatan bisa dilalui kendaraan roda empat dan ini merupakan urat nadi ekonomi masyarakat setempat. Sementara dua unit lainnya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya.
Baca juga: Jembatan gantung di Pangandaran permudah distribusi hasil panen petani
Sebelumnya, jembatan penghubung antar kampung tersebut habis dibawa arus banjir bandang melanda Palembayan pada 27 November 2025.
Rencananya Sat Brimob Polda Sumbar bakal membangun jembatan bailey di Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
Saat ini, tambahnya, material jembatan dalam perjalanan menuju Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
"Apabila sampai langsung dikerjakan dan mudah-mudahan jembatan ini sudah bisa digunakan pada awal Februari 2026," katanya.
Salah seorang warga Koto Alam Fahmi Agusra mengucapkan terima kasih kepada relawan Polri yang telah membangun jembatan darurat, sehingga masyarakat sudah bisa menggunakan jembatan untuk membawa hasil pertanian, anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari.
"Selama ini kita memakai jembatan dari bambu dan pohon pinang yang kondisi tidak memadai. Alhamdulillah jembatan yang telah dibangun dengan kondisi kokoh dan aman untuk dilalui kendaraan roda dua," katanya.
Ia mengakui masyarakat sekitar terisolasi hampir tiga Minggu akibat jembatan dibawa arus banjir bandang.
Bahkan badan Sungai Batang Nanggang menjadi besar yang sebelum hanya delapan meter dan sekarang lebih dari 100 meter dampak banjir bandang itu.
Dengan adanya jembatan, sangat membantu masyarakat Padang Landua dengan jumlah 33 kepala keluarga untuk membawa hasil pertanian padi dengan luas sekitar 50 hektare yang terdiri dari kelapa sawit dan tanaman lainnya.
"Selama ini akses lalu lintas lumpuh total dan masyarakat tidak bisa pergi kemana akibat jembatan putus, karena jalan penghubung lain jaraknya cukup jauh sekitar tujuh kilometer," katanya.
Baca juga: Progres jembatan perintis Aceh Tamiang capai 49,55 persen
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































