Sat Brimob Polda Sumbar bersihkan saluran irigasi pulihkan bencana

2 weeks ago 14

Lubuk Basung (ANTARA) - Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Barat terus mempercepat pemulihan bencana alam di Palembayan Kabupaten Agam dengan membersihkan saluran air irigasi yang tertutup oleh tumpukan lumpur, Jumat.

Puluhan personel Sat Brimob Polda Sumbar mengerahkan tiga unit alat berat jenis ekskavator membersihkan dan membuang genangan lumpur dari selokan irigasi sepanjang 1,5 kilometer di Kampung Tanjuang, Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan.

Mereka merencanakan saluran irigasi itu akan dibersihkan sepanjang dua kilometer sehingga air bisa mengalir dengan baik ke lahan persawahan warga dan menghindari genangan air di pemukiman .

"Satu pekan ini alat berat sudah bekerja dan telah menyelesaikan pembersihan sepanjang 1,5 kilometer. Mudah-mudahan dua hari ini bisa mencapai dua kilometer," kata Kepala Sub Satuan Tugas Tanggap Darurat Sat Brimob Sumbar Kompol Dasrinal di Palembayan.

Pembersihan saluran irigasi itu juga dibantu oleh mobil pemadam kebakaran dengan membersihkan lumpur di areal selokan menuju rumah warga.

Di beberapa lokasi lainnya anggota Sat Brimob juga mempercepat membuat sumur bor untuk pemenuhan air bersih bagi warga terdampak.

Upaya pemulihan bencana itu difokuskan ke sarana umum, mulai dari ruang sekolah, hunian sementara, sarana ibadah dan jembatan penghubung antar nagari (desa).

"Di Palembayan ini sudah ada empat unit jembatan bailey yang kita bangun dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Kita pastikan Polri untuk masyarakat dalam upaya pemulihan bencana ini," tegasnya.

Baca juga: Truk tanki suplai air bersih ke area kekeringan dampak bencana Padang

Salah seorang warga Fahmi mengucapkan terima kasih kepada Polri yang telah berupaya mempercepat pemulihan bencana alam di Palembayan.

Dengan keterlibatan Polri secara langsung bersama tim lainnya pemulihan bencana dapat cepat berlangsung.

"Adanya jembatan bailey maka konektifitas antar kampung bisa kembali lancar yang sebelumnya terputus. Begitu juga dengan perbaikan irigasi yang dilakukan," katanya.

Banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam, Kamis (27/11/2025) mengakibatkan warga meninggal dunia 166 orang, hilang 36 orang, rumah rusak 2.284 unit, sekolah terdampak 121 unit dan fasilitas lainnya.

Kerugian dampak bencana melanda 16 kecamatan tersebut sekitar Rp6,51 triliun.

Baca juga: BNPB bantu peralatan bagi korban bencana di huntara Agam

Baca juga: Mendagri gunakan perahu tinjau pengungsi di Leubok Pusaka

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |