RSUD Aceh Tamiang optimalkan layanan seiring rekonstruksi pascabencana

1 week ago 15

Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang mengoptimalkan pelayanan kesehatan seiring dengan proses rekonstruksi pasca-bencana, guna memastikan layanan medis tetap berjalan meski fasilitas dan sumber daya masih dalam tahap pemulihan.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Andika Putra menegaskan pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, sehingga rumah sakit tetap beroperasi dengan berbagai keterbatasan yang ada.

"Tentu saja yang namanya pelayanan kesehatan itu tidak boleh terhenti satu hari pun, dalam keadaan apa pun," kata Andikan ditemui ANTARA di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat.

Ia mengatakan sejak awal bencana, layanan kesehatan tetap diberikan melalui rumah sakit maupun posko-posko kesehatan agar kebutuhan medis masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Baca juga: Layanan kesehatan pulih, RS pemerintah di Aceh–Sumbar beroperasi

Dia menjelaskan komitmen manajemen rumah sakit meningkatkan sarana, prasarana, dan peralatan medis secara bertahap, dengan terus mengomunikasikan kebutuhan tersebut kepada Kementerian Kesehatan untuk percepatan pengiriman bantuan alat-alat medis.

Hingga kini, kata dia, proses pembersihan area rumah sakit telah mencapai 100 persen, meliputi seluruh ruangan dan saluran drainase yang sebelumnya tertutup lumpur akibat banjir besar.

Tahap berikutnya difokuskan pada pembersihan dan perbaikan saluran di dalam ruangan, karena sejumlah jalur pembuangan ditemukan tersumbat lumpur tebal dan memerlukan penanganan khusus bahkan pembangunan jaringan baru.

Dua pasien rawat inap di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto

Saat ini, dua ruang perawatan telah kembali digunakan, sedangkan beberapa ruang lain masih menunggu penyelesaian perbaikan saluran serta kedatangan bantuan tempat tidur untuk mendukung penambahan kapasitas layanan.

Manajemen rumah sakit juga sedang membersihkan jaringan oksigen dan menyiapkan kompresor tekanan, sehingga ke depan ruang Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) dapat kembali difungsikan setelah seluruh sistem pendukung dinyatakan aman.

Selain itu, perbaikan instalasi pengolahan air limbah (ipal) turut menjadi prioritas, mengingat fasilitas tersebut terdampak banjir.

"Harapan kami adalah dalam waktu dekat semua sarana-sarana pendukung ini bisa berfungsi seperti sediakala, sehingga pelayanan bisa pelan-pelan kita tingkatkan menjadi lebih baik lagi," katanya.

Ia mengatakan koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan telah dilakukan dengan dukungan berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai, peralatan kesehatan, hingga pengiriman tenaga relawan medis.

Hingga saat ini, tiga batch relawan telah membantu operasional rumah sakit, dan pengajuan batch berikutnya tetap dilakukan meski kebutuhan tenaga mulai berkurang seiring pemulihan kondisi tenaga organik.

Andika menjelaskan hampir seluruh tenaga medis masih dibutuhkan, namun secara bertahap kondisi mereka membaik sehingga ke depan hanya diperlukan tambahan terbatas di masing-masing bidang pelayanan.

RSUD Aceh Tamiang mulai beroperasi sejak 9 Desember dengan kapasitas sekitar 35 persen. Saat ini, rumah sakit itu melayani sekitar 50 pasien rawat inap dan 200 kunjungan rawat jalan per hari.

Baca juga: Kala rumah sakit jadi tumpuan bertahan hidup saat bencana banjir

Baca juga: Kemkomdigi siapkan internet untuk fasilitas medis di Aceh Tamiang

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |