Rotan jadi salah satu produk penghubung antara Indonesia dan Prancis

1 week ago 17

Jakarta (ANTARA) - Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Jules Irrmann mengemukakan bahwa rotan merupakan salah satu penghubung antara Prancis dan Indonesia.

"Rotan adalah sesuatu yang sangat familiar bagi kami di Prancis, karena kami bisa menemukan rotan di hampir setiap jalan di Prancis, semua kursi bistro kami di teras kafe, yang mungkin merupakan salah satu citra Prancis yang paling kuat dan menarik banyak wisatawan," kata Jules di Jakarta, Sabtu.

Ia juga mengatakan bahwa, rotan bukan produk asal Prancis, karena negara tersebut memiliki iklim yang kurang cocok untuk ditumbuhi rotan.

Mengetahui bahwa Indonesia dan Prancis memiliki keterikatan dari sisi produk ekonomi kreatif dari rotan, ia pun mengenang masa kecilnya yang lekat dengan produk hasil kerajinan rotan.

"Jadi ini adalah tradisi yang sangat panjang dan juga, saya kira, ekspor yang sangat menarik juga bagi Indonesia karena kita memiliki banyak sekali rotan. Dan tentu saja di rumah-rumah, terutama generasi saya, jadi ketika saya masih kecil di akhir tahun 70-an dan awal 80-an, kami memiliki banyak rotan di rumah," katanya.

Rotan, kata dia, merupakan produk yang ramah lingkungan serta lekat dengan generasi Z sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut.

Baca juga: Kemenpar: "Woven worlds" inpirasi perjalanan wisata Indonesia-Prancis

Buku anak "Kinderkloud x Milou: Woven Worlds". ANTARA/ (Sinta Ambar)

Lewat kolaborasi Milou, Kinderkloud, dan IFI serta jenama promosi wisata nasional "Wonderful Indonesia" yang dituangkan dalam buku anak "Woven Worlds" pihaknya pun ingin menampilkan budaya, keahlian kerajinan rotan Indonesia yang berakar kuat pada pengetahuan lokal dan tradisi daerah, khususnya di Jawa, Jakarta, dan Cirebon.

"Rotan bukan hanya sebagai material tetapi juga sebagai simbol, jembatan antara kerajinan pedesaan dan desain perkotaan, antara warisan lokal dan narasi kreatif global," tutupnya.

Adapun buku ini diperkenalkan sebagai pengalaman budaya, yang menempatkan anak-anak dalam pusat dialog lintas budaya.

Terinspirasi dari kerajinan menganyam untaian rotan menjadi satu bagian yang kuat, buku ini menceritakan kisah yang lembut namun kuat tentang bagaimana dua budaya, Indonesia dan Prancis, dapat bertemu, belajar satu sama lain, dan tumbuh bersama Dengan menghadirkan ilustrasi, tekstur, dan nilai-nilai bersama yang cocok disimak anak-anak.

Baca juga: Macron ungkap fokus pertemuannya dengan Prabowo di Istana Elysee

Baca juga: Prabowo kembali dijamu Macron di Istana Elysee Paris

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |