RI-Malaysia tingkatkan kerja sama penempatan pekerja migran

4 hours ago 2
Malaysia merupakan negara penempatan PMI yang terbesar

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Malaysia menjajaki peluang kerja sama lebih luas untuk meningkatkan kualitas penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di berbagai sektor strategis di Negeri Jiran itu.

Peluang itu diupayakan saat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima audiens delegasi Jawatan Kuasa Ekonomi dan Hal Ehwal Perusahaan Kecil dan Sederhana Parti Malaysian Chinese Association (MCA) Malaysia di Kementerian P2MI Jakarta, Selasa.

"Malaysia merupakan negara penempatan PMI yang terbesar. Kami membahas sejumlah potensi kolaborasi antara Kementerian P2MI dan MCA terkait peluang kerja PMI di Malaysia," kata Mukhtarudin di Jakarta, Selasa.

Potensi kolaborasi tersebut di antaranya ialah MCA membantu mengidentifikasi peluang kerja dan jenis keterampilan yang dibutuhkan industri di Malaysia agar pelatihan di Indonesia lebih tepat sasaran.

Baca juga: Malaysia-Singapura percepat kerja sama Jaringan Listrik ASEAN

MCA mendorong penempatan PMI melalui mekanisme rekrutmen etis dengan menggunakan sistem resmi, seperti skema private to private (P to P) dengan peluang kerja sama P3MI dan agensi berizin di Malaysia dan skema government to private (G to P), untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah yang besar, khususnya penempatan PMI terampil di sektor industri anggota MCA.

Kedua pihak juga mempertimbangkan pembentukan satuan tugas (satgas) Kementerian P2MI-MCA untuk penyelesaian sengketa antara PMI dan perusahaan penyedia kerja.

Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup program pemberdayaan PMI melalui pelatihan dan beasiswa kewirausahaan serta fasilitasi pemasaran produk PMI purna ke Malaysia melalui jaringan MCA.

Baca juga: Kemlu bantu penanganan WNI terdampak kebakaran besar di Sabah Malaysia

Mukhtarudin menambahkan bahwa sektor yang menyerap paling banyak pekerja migran di Malaysia adalah perkebunan.

"Tadi kami juga membahas sektor produksi lainnya, seperti bidang perawatan, transportasi, pendidikan dan advokasi," tambahnya.

Dia pun berharap MCA dapat menjadi mitra strategis sebagai jembatan edukasi bagi pengusaha Malaysia untuk merekrut PMI secara prosedural dan memenuhi hak-hak dasar ketenagakerjaan sesuai regulasi.

"Tentu kedatangan MCA ke Indonesia memperkuat sinergi kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya terkait pekerja migran, pelindungan PMI, dan peningkatan kualitas SDM PMI yang akan diterbangkan ke Malaysia," kata Mukhtarudin.

Baca juga: KBRI Malaysia ingatkan SPLP bukan dokumen izin kerja

Sementara itu, Wakil Presiden MCA Lawrence Low menyebutkan 20 pimpinan MCA beserta 12 pengusaha, termasuk pengusaha muda dan pengusaha perempuan, turut menjadi bagian dari delegasi dalam pertemuan tersebut.

"Kami berbicara seputar politik, ekonomi, perdagangan, dan perkebunan, terutama di bidang kelapa sawit. Kami juga banyak membahas isu pekerja migran, di mana Malaysia adalah sahabat baik negara Indonesia. Jadi, kedatangan kami seperti balik kampung," ucapnya.

Low juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan untuk berdialog dan menjajaki peluang kerja sama lebih luas dengan Indonesia.

Baca juga: Dubes RI di Malaysia sampaikan keprihatinan atas konflik dunia

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |