RI gabung Coalition to Grow Carbon Market pacu pembiayaan iklim global

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, sebagai langkah mendorong pembiayaan iklim global serta mewakili sektor kehutanan Indonesia dan solusi berbasis alam.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya mengumumkan bahwa hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menhut mengatakan, koalisi ini berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan kredit karbon berintegritas tinggi guna membuka pendanaan bagi pembangunan, mendukung kegiatan ekonomi, serta mempercepat pencapaian tujuan iklim global.

Sebagai anggota terbaru koalisi, Menhut mengatakan Indonesia membawa keahlian kelas dunia dalam proyek karbon berbasis hutan dan solusi berbasis alam.

Pasar kredit karbon berintegritas tinggi memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan solusi berbasis alam di Indonesia, menurunkan emisi, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mendorong pertumbuhan hijau.

“Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang besar, Indonesia memiliki modal alam yang signifikan dan pengalaman nyata dalam solusi berbasis alam, yang dapat memberikan kontribusi penting bagi upaya global dalam mencapai target iklim,” kata Menhut.

The Coalition to Grow Carbon Markets bertujuan mempercepat penurunan emisi global dengan memperkuat insentif bagi dunia usaha untuk berinvestasi dalam kredit karbon berintegritas tinggi, termasuk yang mendukung solusi berbasis alam.

Indonesia pun bergabung bersama sepuluh pemerintah anggota koalisi lainnya yang berkomitmen memajukan aksi iklim melalui peningkatan pemanfaatan kredit karbon berintegritas tinggi oleh dunia usaha, yaitu Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia, serta para Ketua Bersama Koalisi Kenya, Singapura, dan Inggris.

Saat ini, koalisi berfokus pada Rencana Aksi untuk mewujudkan kebijakan nasional dan regional yang konsisten, sekaligus menjaga minat pembeli secara berkelanjutan melalui keterlibatan dengan jejaring pembeli dan investor.

“Upaya Indonesia dalam solusi berbasis alam akan memastikan Koalisi membantu mendorong investasi sektor swasta ke dalam proyek-proyek berintegritas tinggi yang melestarikan hutan, mengurangi emisi, dan memajukan pembangunan berkelanjutan,” kata Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim Rachel Kyte.

Sebagai mitra lama bagi Inggris dan Indonesia, Standard Chartered secara aktif terlibat dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan, termasuk mendukung pengembangan pasar kredit karbon berintegritas tinggi di Indonesia.

“Keikutsertaan Indonesia dalam koalisi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan standar kualitas, transparansi, serta permintaan terhadap pasar kredit karbon berintegritas tinggi, khususnya yang mendukung solusi berbasis alam,” kata CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro.

Baca juga: Menhut tegaskan komitmen perlindungan hayati dengan Royal Foundation

Baca juga: Menhut perkuat perlindungan hutan lewat moratorium pemanfaatan kayu

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |