Mendagri minta ASN Kemendagri dan BNPP tingkatkan kinerja usai Lebaran

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) pasca-libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Saya terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja meskipun pada saat libur panjang. Kemudian bagi rekan-rekan yang sudah melaksanakan libur panjang, anggap saja sebagai recharge baterai, lebih sehat, lebih segar untuk menghadapi tugas-tugas kita yang panjang ke depan,” kata Mendagri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hal itu disampaikan Mendagri dalam acara Halal Bihalal ASN Kemendagri dan BNPP yang digelar di kantor pusat Kemendagri, Jakarta Pusat.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan juga sebagai pimpinan Kemendagri dan BNPP mengucapkan selamat hari raya sekali lagi. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin, dan tentu saya berharap kita akan bekerja lebih baik,” ujarnya.

Mendagri menegaskan pentingnya peningkatan kinerja setelah masa libur yang cukup panjang. Ia mengapresiasi para pegawai yang tetap menjalankan pelayanan publik selama periode libur.

Baca juga: Mendagri sebut kebijakan WFH diumumkan besok

Bahkan, saat hari raya, para kepala daerah tetap bersiaga. Mendagri juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) agar kepala daerah tidak bepergian ke luar negeri dan tetap siaga sejak satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Lebaran.

Ia juga mengingatkan ASN Kemendagri dan BNPP agar terus bekerja keras dalam membantu pemerintah daerah (Pemda) serta kementerian/lembaga (K/L), terutama dalam menjalankan program prioritas Presiden.

Program tersebut, antara lain pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, penanganan sampah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, program tiga juta rumah, serta pemulihan pascabencana di Sumatera.

“Saya juga tidak berhenti dua minggu yang lalu bersama Bapak Presiden di Aceh, dan minggu yang lalu hampir tiga atau empat hari saya berkeliling ke Sumatera Utara di daerah-daerah bencana di masa liburan,” ujarnya.

Tito mengatakan ke depan masih banyak hal yang perlu diantisipasi, terutama dinamika global yang berpotensi memengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan wacana penerapan work from anywhere (WFA) yang akan diumumkan resmi oleh pemerintah. Apalagi, saat pandemi COVID-19 juga ada pengalaman work from home (WFH) yang dapat menjadi referensi.

“Tinggal rekan-rekan harus berpikir. Jangan memikirkan apa yang mau diberikan organisasi ini, Kemendagri-BNPP kepada rekan-rekan. Rekan-rekan harus berpikir, apa yang harus bisa diberikan kepada organisasi ini. Tempat rekan-rekan, kita semua cari makan, dan dapat status,” tuturnya.

Baca juga: Mendagri minta pemda efisiensi hingga kreatif cari dana cegah PHK PPPK

Baca juga: Wacana WFH, Mendagri pastikan layanan esensial akan tetap berjalan

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |