Bessent: AS akan rebut kembali kendali atas Selat Hormuz

1 hour ago 2
... dan akan ada kebebasan navigasi

Istanbul (ANTARA) - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan pada akhirnya Washington akan merebut lagi kendali atas Selat Hormuz dan memulihkan kebebasan navigasi.

"Seiring waktu, Amerika Serikat akan merebut kembali kendali atas selat tersebut dan akan ada kebebasan navigasi, baik melalui pengawalan oleh Amerika maupun multinasional," kata Bessent kepada Fox News.

Terkait potensi keterlibatan kelompok Houthi di Yaman dan situasi di Laut Merah, Bessent menganggap enteng kekhawatiran tersebut dengan mengatakan bahwa Houthi telah dalam kondisi "sangat tenang".

Baca juga: Parlemen Iran akan terapkan aturan navigasi baru di Selat Hormuz

Selat Hormuz telah mengalami gangguan secara efektif sejak awal Maret, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap harinya atau sekitar 20 persen dari pasokan global.

Blokade selat itu telah mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran akan gangguan ekonomi yang berkepanjangan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum selama 48 jam kepada Iran dan mengancam akan menyerang pembangkit listrik jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya. Namun, tenggat waktu ultimatum itu diperpanjang dengan alasan adanya negosiasi.

Serangan Amerika dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026 dan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Menlu: Ada sinyal positif negosiasi agar kapal RI lintasi Selat Hormuz

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |