RI-China dorong penyelesaian Kode Etik Laut China Selatan

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan China mendukung implementasi Declaration of the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC) dan mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) dalam kerangka ASEAN-China dengan tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Jumat, hal itu disampaikan dalam Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan antara Indonesia dan China yang diselenggarakan di Kemlu RI.

Mekanisme dialog tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Pertahanan China Dong Jun pada Jumat.

Indonesia dan China juga membahas penguatan kerja sama ASEAN-China dan pentingnya menjaga stabilitas hubungan antarkekuatan besar. Indonesia menekankan bahwa penguatan integrasi ekonomi regional dapat turut menciptakan kawasan yang damai, stabil dan sejahtera.

Selain itu, Indonesia juga menegaskan bahwa di tengah situasi internasional yang masih penuh tekanan, dialog merupakan suatu keharusan untuk membangun kepercayaan, mencapai pemahaman bersama, dan menjaga landasan bagi kerja sama.

“Kawasan kita membutuhkan kemitraan yang dibangun atas dasar prinsip saling menghormati dan saling pengertian untuk menjaga kawasan tetap damai, terbuka, dan inklusif,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Kedua delegasi sepakat memperkuat kerja sama politik, keamanan, dan pertahanan, termasuk penegakan hukum, pemberantasan kejahatan lintas negara, serta keamanan siber melalui peningkatan kapasitas, pertukaran informasi, aksi bersama, dan dialog teknis.

Terkait bidang pertahanan, Indonesia dan China sepakat memperkuat mekanisme military-to-military antara TNI dan People’s Liberation Army (PLA) dan pertemuan kementerian pertahanan kedua negara.

Indonesia pun menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif dengan berbagai negara mitra, termasuk China.

Selain itu, kedua delegasi juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah dan menekankan pentingnya upaya-upaya internasional untuk mendorong terwujudnya solusi politik yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Dialog 2+2 pertama kali digelar di Beijing pada April 2025. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan kali ini, melengkapi kerja sama bilateral dalam lima pilar strategis, terutama keamanan, sebagaimana disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping sejak November 2024.

Baca juga: Wang Yi: Laut China Selatan jangan hambat hubungan Tiongkok-ASEAN

Baca juga: Kemlu: Insiden di Laut China Selatan tegaskan relevansi ASEAN

Baca juga: Menlu RI-AS bahas kerja sama bilateral, keamanan Indo-Pasifik

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |