Tanjung Selor, Kaltara (ANTARA) - Direktorat Samapta (Ditsamapta) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) mengerahkan 40 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bulungan.
“Ditsamapta Polda Kaltara mengerahkan 40 personel untuk melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran, serta pemantauan guna mencegah api meluas dan kembali muncul,” ujar Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Kaltara Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya di Tanjung Selor, Jumat.
Kombes Pol Andreas mengatakan 40 personel langsung ia pimpin untuk menangani karhutla di tiga titik di Kabupaten Bulungan. Ia menyebutkan tiga titik api itu membakar kurang lebih 4 hektare.
Baca juga: Dishut Kaltara libatkan masyarakat cegah dan padamkan kebakaran hutan
“Tiga lokasi yang ditangani yakni di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur seluas 1 hektare, kemudian di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor ada dua titik seluas 1,4 hektare dan 1,7 hektare,” katanya.
Ia mengatakan, personel menggunakan kendaraan pemadam karhutla, pompa dan peralatan pemadam lainnya. Dia menyebutkan yang menjadi kendala di lapangan karena harus berjalan kaki kurang lebih satu kilometer ke titik api karena kendaraan terhalang semak belukar dan kondisi medan yang sulit.
Kemudian, dia melanjutkan, pasokan air diperoleh dari tangki profil milik masyarakat serta sumber air anak sungai dengan menggunakan pompa apung.
“Personel juga berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan pemantauan lanjutan terhadap area yang telah ditangani,” ujarnya.
Baca juga: BNPB: Petugas gerak cepat padamkan karhutla di Nunukan Kaltara
Melalui respons cepat tersebut, kata Andreas, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan untuk mencegah munculnya api kembali. Dia juga meminta masyarakat untuk segera menghubungi instansi terkait yang menangani karhutla, termasuk ke Ditsamapta Polda Kaltara jika ada menemukan titik api agar segera bisa dipadamkan.
Dia meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menangani sendiri jika api sudah besar karena bisa membahayakan jiwa.
“Mari bersama-sama kita mencegah terjadi dan meluasnya karhutla, serta meminimalisir dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat di Kaltara,” katanya.
Baca juga: BNPB: Penyebab karhutla di Kaltara dalam penyelidikan
Pewarta: Agus Salam
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































