Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Lampung menyatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Lampung mencapai Rp9,93 triliun.
"Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Lampung selama 1 Januari-16 Desember 2025 mencapai Rp9,93 triliun atau memiliki persentase sebesar 99,39 persen dari plafon 2025 sebesar Rp9,99 triliun," ujar Kepala Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran II C DJPb Lampung Gwen Adhitya Amalkhan di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan untuk jumlah debitur ada sebanyak 185.195 debitur atau telah mencapai 135,7 persen dari target 2025 sebesar 136.465 debitur.
"Sedangkan untuk realisasi Kredit Ultra Mikro mencapai Rp498,03 miliar dengan jumlah debitur mencapai 77.438 debitur," katanya.
Dia menjelaskan lima penyaluran sektoral terbesar untuk Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Ultra Mikro yang berasal dari pemerintah daerah yakni untuk realisasi di Kabupaten Lampung Tengah dengan total penyaluran Rp2,3 triliun, memiliki jumlah debitur sebanyak 45.555. Lalu Pemerintah Kabupaten Lampung Timur penyaluran Rp1,4 triliun dengan jumlah debitur 26.334.
Lalu penyaluran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebesar Rp1 triliun dan debitur 20.192, Pemerintah Kabupaten Waykanan penyaluran sebesar Rp965 miliar dengan debitur sebanyak 20.900, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara penyaluran Kredit Usaha Rakyat mencapai Rp845 miliar dengan jumlah debitur 18.259.
"Sedangkan lima sektor penyalur kredit usaha rakyat terbesar meliputi pertanian, perburuan dan kehutanan memiliki realisasi penyaluran sebesar Rp6,2 triliun dengan 133.930 debitur, lalu sektor perdagangan besar dan eceran penyaluran sebesar Rp2,4 triliun dengan jumlah debitur 34.104," ucap dia.
Kemudian sektor jasa kemasyarakatan, hiburan dan perorangan lainnya realisasi penyalurannya mencapai Rp376 miliar dengan debitur 6.112, industri pengolahan penyaluran mencapai Rp308 miliar dan debitur 4.819, serta sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi realisasi penyaluran Rp196 miliar dengan debitur 1.871.
"Lalu lima Lembaga penyalur terbanyak berasal meliputi BRI realisasi penyaluran Rp7,3 triliun dengan 159.999 debitur, Bank Mandiri penyaluran Rp1,2 triliun dengan jumlah debitur 11.280, Bank Pembangunan Daerah Lampung realisasi penyaluran Rp704 miliar dengan 9.795 debitur, BSI penyaluran Rp433 miliar dengan 2.522 debitur, serta BNI realisasi penyaluran Rp66 miliar dengan jumlah debitur 365," tambahnya.
Baca juga: Bank Lampung salurkan KUR Rp583 miliar hingga Agustus 2024
Baca juga: Laba bersih Bank Lampung 2025 capai Rp200 miliar
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































