Jakarta (ANTARA) - Sejumlah massa buruh berharap aspirasi mereka didengar oleh Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat.
Sejumlah buruh yang hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat, mengapresiasi fasilitasi yang diberikan pemerintah sehingga perayaan berlangsung tertib dan meriah serta berharap aspirasi mereka didengar Presiden Prabowo Subianto.
Para buruh juga berharap momentum kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dapat menjadi ruang untuk mendengar aspirasi pekerja.
Perwakilan dari serikat pekerja buruh Rizki menilai peringatan Hari Buruh menjadi ajang penting untuk mempererat solidaritas antar-pekerja.
“Serikat buruh di sini dalam rangka Hari Buruh Internasional, kumpul di sini untuk bersama-sama bergembira, ya,” kata Rizki dikutip keterangan disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dia juga mengapresiasi peran pemerintah yang dinilai telah memberikan perhatian lebih kepada para pekerja di Indonesia.
“Sangat mengapresiasi pemerintah juga selain memfasilitasi kegiatan ini, yang mana juga sudah sangat peduli dan diperhatikan sebagai pekerja Indonesia,” ujarnya.
Menurut dia, dukungan tersebut membuat para buruh dapat berpartisipasi aktif dalam perayaan Hari Buruh tanpa hambatan. Mereka juga difasilitasi dan mendapatkan pengawalan selama menggelar aksi hari ini.
“Pemerintah dalam hal ini memfasilitasi kami bisa berpartisipasi dan happy bersama. Semangat terus, buruh Indonesia!,” katanya.
Rizki berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
"Semoga kegiatan ini bisa diselenggarakan di setiap Hari Buruh Internasional,” katanya.
Dia juga menyampaikan doa dan harapan kepada Presiden agar senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Ruli, seorang buruh asal Jakarta, berharap kehadiran Presiden dalam peringatan Hari Buruh dapat menjadi momentum untuk menyikapi aspirasi pekerja.
“Saya berharap Hari Buruh ini yang dihadiri Pak Presiden Prabowo bisa menyikapi aspirasi dari para buruh,” katanya.
Baca juga: May Day, Prabowo dekati dan bercengkerama dengan buruh
Serikat pekerja/buruh menyoroti sejumlah isu ketenagakerjaan seperti percepatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan baru hingga pentingnya dukungan pemerintah dalam layanan penitipan anak (daycare) bagi orang tua pekerja pada May Day 2026 di Jakarta, Jumat.
“Mengenai UU Ketenagakerjaan, kami percaya bahwa Bapak (Presiden Prabowo Subianto) melihat kami sebagai kaum yang sangat membutuhkan tentang peraturan kontrak pengupahan dan outsourcing,” kata Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal juga mendorong pengesahan RUU Ketenagakerjaan menyusul perintah Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru dalam waktu maksimal dua tahun.
Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mengatakan momentum May Day 2026 sekaligus untuk mendorong kemudahan akses perumahan bagi pekerja, terutama yang terintegrasi dengan kawasan industri.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti kewajiban pengupahan yang harus dibayarkan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan.
Selain itu, Ilhamsyah menekankan pentingnya layanan daycare yang ramah anak untuk mendukung produktivitas orang tua pekerja dan menjamin tumbuh-kembang anak selama ibu dan ayah bekerja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan memperjuangkan hak-hak pekerja sebagaimana disampaikan oleh para perwakilan buruh.
Kepala Negara mengatakan siap mendorong keberadaan tempat penitipan anak untuk buruh yang bekerja dalam waktu secepatnya, sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk mendukung kesejahteraan buruh.
Presiden juga merespons usulan terkait isu perumahan yang terjangkau untuk buruh. Secara khusus, dia menyoroti bahwa pemerintah sudah mulai membangun rumah untuk masyarakat dengan ditargetkan penyelesaian 1 juta rumah.
“Rumah-rumah ini akan sesuai dengan saran saudara akan dibuat di kluster-kluster yang dekat dengan kawasan industri. Dekat dengan tempat bekerja,” katanya.
Baca juga: Prabowo umumkan pembentukan Satgas Mitigasi PHK guna lindungi pekerja
Baca juga: Prabowo lempar baju ke buruh saat May Day di Monas
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































