May Day 2026, Kemenperin tekankan penguatan kompetensi SDM industri

3 hours ago 5
Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional...,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan berfokus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fondasi utama dalam memperkuat sektor manufaktur nasional terutama dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pembangunan SDM industri yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur di tengah dinamika global.

Pihaknya, kata dia, terus menegaskan komitmen dalam menghasilkan dan mengembangkan SDM industri yang kompeten guna menopang kinerja industri pengolahan, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital,” ujar Menperin.

Baca juga: Kemenperin pastikan RI tak mengalami deindustrialisasi, justru menguat

Menperin menegaskan, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah menjalankan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi hingga penguatan kompetensi industri 4.0.

Program pendidikan vokasi tersebut dilaksanakan di 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan sekolah menengah kejuruan (SMK) di berbagai wilayah Indonesia.

Sepanjang 2025, unit pendidikan vokasi Kemenperin menghasilkan 5.472 lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur. Selain itu, pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) kini tengah dibuka untuk menjaring bibit SDM unggul secara berkelanjutan.

Pada sisi pelatihan, BPSDMI menggelar program di tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang mencakup skilling, reskilling, dan upskilling. Sepanjang tahun lalu, sebanyak 1.362 orang telah dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan kerja melalui program tersebut.

Baca juga: Hari Buruh, Prabowo umumkan sederet kebijakan tenaga kerja terbaru

Kemenperin juga aktif mendukung Program Magang Nasional dengan memfasilitasi 3.969 calon tenaga kerja di berbagai perusahaan industri dan instansi.

Selain itu, program inkubator bisnis di BDI berhasil membina 37 tenant yang menyerap 212 tenaga kerja baru dengan total omzet mencapai Rp11,5 miliar.

Sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 turut menyelenggarakan pelatihan berbasis industri 4.0 serta pendampingan transformasi digital bagi pelaku industri.

“Bahkan, dalam rangka mendukung pengembangan karier tenaga kerja industri, BPSDMI telah bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri,” ungkap Menperin.

Baca juga: Ini kata Wakil Ketua DPR terkait perubahan status ojol jadi pekerja

Kemenperin juga terus memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) agar selaras dengan kebutuhan industri.

“Dalam menghadapi era transformasi digital, Kemenperin turut aktif melaksanakan program reskilling dan upskilling bagi pekerja industri. Upaya ini dilakukan guna memastikan tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk otomatisasi, digitalisasi proses produksi, serta penerapan industri 4.0,” papar Agus.

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya membutuhkan investasi teknologi, tetapi juga kesiapan SDM.

“Oleh sebab itu, program reskilling dan upskilling menjadi prioritas agar tenaga kerja kita tetap relevan dan kompetitif,” tegasnya.

Baca juga: Dinkes DKI buka layanan kesehatan saat May Day di Monas

Berdasarkan data terbaru, penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas terus meningkat, dari 15,49 juta orang pada 2015 menjadi 20,26 juta orang pada Agustus 2025, yang merupakan level tertinggi selama periode pengamatan.

Capaian tersebut menegaskan peran strategis sektor industri sebagai penyedia lapangan kerja sekaligus penopang stabilitas ekonomi nasional, serta mencerminkan ketahanan dan daya saing manufaktur Indonesia.

Dalam peringatan May Day, Menperin turut menyampaikan apresiasi kepada para pekerja industri.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja industri di Indonesia. Kalian adalah tulang punggung industri nasional. Teruslah meningkatkan kompetensi, menjaga semangat kerja, dan beradaptasi dengan perubahan agar industri kita semakin kuat dan berdaya saing global,” paparnya.

Baca juga: Buruh wanita asal Cirebon suarakan aspirasi dalam May Day di Monas

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |