Ratusan prajurit TNI bantu penyintas longsor di Kecamatan Adiankoting

1 week ago 22

Adiankoting (ANTARA) - Ratusan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 906/Sanalenggam Kabupayen Pakpak Bharat turun langsung membantu masyarakat untuk memperbaiki fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak bencana longsor di Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

“Kami di sini, periode kedua yang sudah bergerak membantu masyarakat sejak 11 Januari 2026,” kata Perwira Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Lettu CKM Suhendro di Adiankoting, Sabtu.

Ia mengatakan prajurit TNI ini bertugas membantu pemulihan pascabencana di daerah ini khusus fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak longsor.

“Saat ini kami bantu bersihkan jalan agar arus lalu lintas bisa berjalan baik,” kata dia.

Ia mengatakan total ada 150 personel yang diturunkan dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 906/Sanalenggam.

Baca juga: TNI bersihkan material longsor di gereja HKBP Tapanuli Utara

Mereka tersebar pada empat desa di Kecamatan Adiankoting yakni di Desa Lubuk Pining, Desa Dolok Nauli, Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I.

“Total ada 100 personel di empat desa ini yang bertugas,” kata dia.

Ia mengatakan sudah bertugas sejak 11 Januari hingga 20 Januari 2026 dan harusnya sudah ada prajurit yang menggantikan saat ini.

“Kami masih menunggu proses pergantian personel saat ini,” kata dia.

Ia mengatakan sejak 11 Januari pihaknya sudah membersihkan sejumlah fasilitas umum dari material longsor seperti tanah, batu, kayu dan lainnya.

Baca juga: Kodam I/BB intensifkan pelayanan kesehatan warga terdampak bencana

Material ini menutup fasilitas umum seperti jalan, rumah ibadah, kantor pemerintahan dan juga rumah warga.

Selain itu, petugas juga bekerja membersihkan saluran air yang tertimbun material longsor dan secara perlahan sudah bersih.

“Ini yang kami lakukan setiap hari membantu masyarakat agar fasilitas umum dan fasilitas sosial bisa bebas dari material longsor,” kata dia.

Sementara Pengurus Gereja HKBP Parsingkaman Desa Sibalanga, Pangihutan Hutagalung mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel TNI yang membantu membersihkan akses jalan dan di dalam kawasan gereja.

Ia mengatakan saat ini gereja sudah dapat kembali digunakan oleh masyarakat setempat untuk beribadah.

Baca juga: Pemerintah terus kebut pembangunan huntara di Sumbar

Menurut dia, di gereja ini, ada 160 kepala keluarga yang rutin beribadah dan memang awal-awal ibadah terpaksa dipindahkan akibat longsor.

“Kami saksikan adik-adik TNI bekerja setiap hari membantu pembersihan gereja. Kami sangat terbantu,” katanya.

Sebelumnya berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara (Pusdalops PB Sumut) per 22 Januari 2026 sebanyak 14.033 jiwa dari 3.509 kepala keluarga terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Pusdalops mendata korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat sebanyak 36 orang dan dua orang masih dinyatakan hilang.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |