Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 120 peserta dari sekolah hingga komunitas mengikuti kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026 di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.
"Kegiatan kejuaraan Fun Atletik ABK ini tujuannya memfasilitasi teman-teman ABK tentunya. Kejuaraan ini diikuti oleh 120 peserta dari 18 sekolah di Jakarta. Ada juga dari Bogor. Jadi, siapapun boleh ikut, sekolah umum ataupun sekolah luar biasa (SLB), bebas, bisa yayasan, komunitas," kata Ketua Panitia kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 Mira Kusuma di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu.
Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi sarana mengukur kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus setelah menjalani latihan, tetapi juga upaya memperkuat olahraga sekaligus ajang evaluasi hasil latihan para peserta.
Selain itu, kata Mira, kejuaraan itu juga merupakan penyelenggaraan pertama yang khusus digelar untuk cabang olahraga atletik bagi anak berkebutuhan khusus.
Peserta bertanding pada nomor lari 25 meter, 50 meter, dan 100 meter, yang dibagi ke dalam tiga kelompok usia, yakni 13-16 tahun, 17-21 tahun, dan 22 tahun ke atas.
"Harapannya, kejuaraan ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun supaya teman-teman ABK memiliki kesempatan mengevaluasi hasil latihan mereka," ujar Mira.
Sementara itu, Deputy Head London School Beyond Academy (LSBA) Erni Adi Astuti mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan PT Petualang Berani Melangkah dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus melalui olahraga.
Menurut dia, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan melalui LSBA itu sekitar 90 orang.
Baca juga: Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Jakarta diikuti seribu atlet
Dia pun berharap kejuaraan tersebut dapat membantu orang tua maupun pendamping dalam menemukan potensi anak-anak yang selama ini belum terlihat, khususnya pada cabang atletik.
"Terkadang orang tua masih bingung anaknya lebih cenderung memiliki kemampuan di bidang apa. Melalui kegiatan ini, kami berharap potensi mereka, terutama di bidang atletik, bisa mulai terlihat," tutur Erni.
Selain itu, sambung dia, olahraga juga menjadi sarana penting untuk menyalurkan energi anak-anak berkebutuhan khusus sehingga mereka dapat tumbuh lebih sehat dan aktif.
"Anak-anak ini memiliki energi yang besar. Dengan olahraga, energi mereka bisa tersalurkan dengan baik sehingga mereka juga menjadi lebih sehat," ungkap Erni.
Kkejuaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah dan LSBA, lembaga pelatihan dan keterampilan di bawah naungan LSPR Institute of Communication and Business.
Penyelenggaraan kegiatan itu turut didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Penyelenggara menargetkan kejuaraan tersebut mampu meningkatkan antusiasme anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti olahraga atletik secara aktif dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan itu juga diharapkan dapat menghadirkan pengalaman bertanding yang menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti kompetisi olahraga lainnya pada masa mendatang.
Baca juga: Peran orang tua penting dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus
Baca juga: Atlet atletik Jakarta andil besar dalam prestasi SEA Games 2025
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































