Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Tanjung Verde membuktikan bahwa sepak bola bukanlah matematika. Mereka mengingatkan dunia bahwa peluang sekecil satu persen pun tetap berarti selama disertai keyakinan, keberanian, dan semangat pantang menyerah.
Hiu Biru, begitu mereka dijuluki, menggunakan peluang satu persen ini dengan sangat tepat, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa jangan merasa kalah sebelum permainan dimulai. . Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi, sekalipun komputer hanya memberi peluang satu persen.
Tanjung Verde membuat juara bertahan Argentina berada di situasi paling sulit, saat La Albiceleste untuk pertama kalinya memainkan laga di luar waktu normal di Piala Dunia 2026.
Pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Amerika Serikat, Sabtu, laga ini memutarbalikkan prediksi banyak orang yang mengira laga ini akan berat sebelah.
Banyak yang meyakini Argentina akan menang dengan mudah, apalagi dengan Messi yang sedang gila-gilanya. Namun, Tanjung Verde yang menjadi tim debutan sekaligus juga tak begitu diperhitungkan, justru mampu menahan Argentina sampai babak tambahan waktu.
Statistik Sofascore memang mencatat Argentina menguasai bola sebanyak 64 persen, dengan total 22 tembakan. Sekilas, Argentina mengontrol jalannya pertandingan, tetapi kenyataannya tidak demikian.
Tanjung Verde tampil dengan caranya sendiri. Mereka jarang melakukan serangan, tapi setiap kali melancarkannya, selalu berbahaya, dengan bukti 16 tembakan yang mereka lakukan.
Tanjung Verde mampu mencetak dua gol, padahal hanya memiliki angka 0,47 expected goals (xG). Beda jauh dengan Argentina yang memiliki angka xG 2,26.
Angka tersebut membuktikan Tanjung Verde selalu punya cara untuk menyerang. Jumlah 16 tembakan hanya dari 36 persen penguasaan bola adalah wujud permainan mereka begitu efektif, meski tak banyak memegang bola.
Gol indah Lionel Messi pada menit ke-29 membuat penonton di Miami terpana. Messi melakukan sentuhan luar biasa saat menerima umpan panjang Lisandro Martinez. Dengan sekali sentuhan, pemain berusia 39 tahun itu menaklukkan kiper Tanjung Verde, Vozinha, yang setahun lebih tua darinya, melalui sontekan dari jarak dekat.
Gelandang Deroy Duarte menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui aksinya di kotak penalti pada menit ke-59. Gol itu menjadi gol terakhir di waktu normal.
Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu, yang menjadi pertama kalinya untuk Argentina setelah melaluinya di final Piala Dunia 2022 menghadapi Prancis.
Baca juga: Argentina butuh babak tambahan waktu untuk singkirkan Tanjung Verde
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































