Ratusan pelajar penyintas longsor di Taput ikuti pemulihan trauma

1 week ago 12

Adiankoting (ANTARA) - Ratusan pelajar SD Negeri 173149 Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengikuti pemulihan trauma (trauma healing) yang digelar oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Barito Selatan serta Yayasan Swanayaka Indonesia.

“Hari ini ada 136 pelajar yang mengikuti kegiatan dan semua anak senang dan berbahagia,” kata tenaga pendidik di SD Negeri 173149 Irmalirawati Hutagalung di Adian Koting, Sabtu.

Ia menjelaskan seluruh anak mengikuti kegiatan yang diselingi permainan anak dan interaksi dengan pemateri itu membuat anak-anak bahagia dan lupa akan trauma yang mereka alami.

“Mereka ini mengalami trauma akibat bencana longsor dan sempat kehilangan pakaian sekolah karena rumah yang tertimbun longsor,” kata dia.

Menurut dia, pelajar sangat membutuhkan kegiatan seperti ini dengan jumlah yang cukup banyak untuk mengobati trauma mereka.

Baca juga: Ratusan prajurit TNI bantu penyintas longsor di Kecamatan Adiankoting

“Kami berharap kegiatan trauma 'healing' ini terus berlanjut untuk pemulihan kejiwaan anak,” kata dia.

Ratusan pelajar SD Negeri 173149 Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara mengikuti kegiatan penyembuhan trauma yang digelar Kementerian Kesehatan dengan IDI Barito Selatan serta Yayasan Swayanaka Indonesia di Adian Koting pada Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution

Sementara itu, Relawan Medis Kemenkes serta anggota IDI Barito Selatan dr Jimmy Taruna Taufiq Fajar mengatakan pihaknya diajak berkolaborasi untuk menyembuhkan trauma yang dialami anak-anak ini.

“Aksi ini juga bagian pelayanan kesehatan yang harus diberikan sehingga kami ingin anak-anak di sini sembuh,” katanya.

Founder Yayasan Swanayaka Indonesia dr. Siti Sundari Manopo mengatakan anak-anak ini penyintas bencana dan meski tidak terlihat di wajah mereka bekas trauma tapi di dalam jiwa mereka masih terdapat hal itu.

“Itu yang coba kami gugah agar mereka dapat melupakan kejadian naas itu dan mampu menyikapi secara positif,” katanya.

Baca juga: Mendagri: Program dari Kemensos harus disikapi cepat oleh bupati

Ia mengaku, mengedukasi pelajar melalui permainan tradisional dan interaksi yang membuat anak bahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup.

“Ini upaya yang kami lakukan agar anak-anak Indonesia kembali ceria di masa pemulihan pascabencana ini,” kata dia

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |