Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai kisah para ulama dan tokoh lokal merupakan kekuatan budaya yang dapat memperkaya identitas Jakarta sebagai kota global sehingga perlu dihidupkan dan dikemas secara menarik.
"Agar lebih mudah dikenal generasi muda sekaligus dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional," kata Rano saat berziarah ke makam Guru KH Abdul Mughni di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat.
Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus mengawali kegiatan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar pada Jumat malam.
“Kita sebagai generasi penerus harus semakin mengenal para tokoh ini. Tidak ada kata terlambat," ujar Rano.
Dia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pelestarian sejarah dan kebudayaan melalui pendidikan serta penguatan muatan lokal di sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi keterputusan informasi sejarah di kalangan generasi muda sekaligus menumbuhkan kembali rasa kebangsaan.
“Kita harus mengakui bahwa generasi saat ini mengalami keterputusan informasi sejarah. Menjadi kewajiban kita bersama untuk memperkenalkannya kembali secara nyata. Kita wajib mengenalkan kembali sosok-sosok pahlawan demi menjaga nasionalisme anak-anak kita,” tutur Rano.
Selain sejarah ulama, Pemprov DKI juga mendorong penguatan identitas budaya melalui pencak silat.
Sekolah nantinya diarahkan memberi ruang bagi peserta didik untuk mengenal berbagai aliran silat khas Jakarta, di antaranya Cingkrik, Tenabang, dan lainnya.
“Anak-anak harus diberi pilihan karena silat merupakan bagian dari budaya, bukan hanya seni bela diri. Keragamannya harus tetap dijaga,” ungkap Rano.
Baca juga: Ziarah Pangeran Jayakarta jadi tradisi sambut HUT ke-499 Jakarta
Baca juga: Pemprov DKI gelar haul akbar ulama Betawi peringati HUT ke-499 Jakarta
Baca juga: Ragunan gratiskan tiket masuk sambut HUT Jakarta
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































