Pulau Sertung yang kehilangan warna hijau

1 week ago 7
Kini citra satelit kembali memperlihatkan bagaimana proses vulkanisme dapat membentuk ulang lingkungan di sekitarnya

Jakarta (ANTARA) - Pulau Sertung tidak lagi berwarna hijau. Pulau yang berada di sebelah barat Gunung Anak Krakatau yang sebulan lalu tampak hijau, berubah menjadi abu-abu hingga kecoklatan jika dilihat dari Satelit Sentinel-2.

Perubahan mencolok ini terpantau oleh satelit dua hari setelah erupsi intensif Anak Krakatau pada 4–6 September hingga meninggalkan jejak yang tidak hanya terlihat dari kolom abu dan lontaran material vulkanik.

Perbandingan citra 8 Agustus dan 8 September menunjukkan kontras yang kuat. Sebelum erupsi, vegetasi menutupi sebagian besar permukaan Sertung. Setelah erupsi, rona hijau hampir menghilang. Pulau Panjang di sebelah timur Anak Krakatau masih mempertahankan vegetasi yang relatif jelas, sedangkan Rakata di sebelah selatan juga menunjukkan perubahan, tetapi tidak sekuat Sertung.

Perbedaan antarpulau ini menarik karena memberikan gambaran bahwa dampak erupsi Anak Krakatau tidak menyebar sama kuat ke segala arah. Dalam waktu sangat singkat, permukaan sebuah pulau yang telah lama ditumbuhi vegetasi dapat berubah dalam skala luas.

Pulau di garis depan

Sertung memiliki luas sekitar 1.057 hektare dan terletak hanya sekitar empat kilometer di sebelah barat Anak Krakatau. Pulau yang dahulu dikenal sebagai Verlaten Island tersebut merupakan bagian penting dari kompleks Krakatau.

Sejarah geologinya bahkan jauh lebih tua dibandingkan Anak Krakatau. Bersama Pulau Panjang, Sertung merupakan bagian dari sisa sistem kaldera Krakatau lama. Dalam perkembangan berikutnya muncul pusat-pusat vulkanik Rakata, Danan, dan Perbuwatan yang membentuk Pulau Krakatau sebelum letusan besar 1883 mengubah kawasan ini secara drastis.

Posisinya yang sangat dekat dengan Anak Krakatau membuat Sertung berada di garis depan setiap kali gunung tersebut meletus. Sejak Anak Krakatau muncul dan berkembang pada akhir 1920-an, pulau ini berulang kali menerima material hasil letusan.

Kini citra satelit kembali memperlihatkan bagaimana proses vulkanisme dapat membentuk ulang lingkungan di sekitarnya.

Hilangnya sinyal hijau

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |