Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan Hunian Sementara (Huntara) 2 di Aceh Tamiang dilengkapi material untuk meredam cuaca panas.
Menurut dia, sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi iklim dan kenyamanan warga, setiap unit Huntara 2 dilengkapi atap dengan lapisan aluminium foil yang berfungsi sebagai peredam panas. Lapisan ini memantulkan radiasi matahari sehingga suhu di dalam hunian tetap lebih sejuk, khususnya pada siang hari.
“Yang terpenting masyarakat bisa masuk ke rumah, keluar dari tenda. Kita dorong percepatan pembangunan hunian-hunian sementara di beberapa tempat, agar warga bisa beribadah Ramadan dengan lebih aman dan tenang,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PU untuk meredam panas cuaca sekaligus meredam tekanan psikologis warga yang selama ini tinggal di tenda pengungsian.
Hunian yang lebih sejuk diharapkan memberi ruang istirahat yang lebih layak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan keluarga yang bersiap menjalani ibadah puasa.
Kementerian PU terus melanjutkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana dengan memulai pembangunan Huntara 2 di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana agar warga segera menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi menuju hunian tetap.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan Huntara 2 diarahkan agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda dan masuk ke rumah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Huntara 2 dibangun dengan konsep hunian sementara modular di Karang Baru, Aceh Tamiang, di atas lahan seluas 13.248 meter persegi dengan total luas bangunan 3.780 meter persegi, terdiri atas 13 blok hunian dan satu mushola.
Hunian ini diperuntukkan bagi 156 kepala keluarga atau sekitar 624 jiwa, dengan dukungan 78 unit toilet dan 78 unit kamar mandi untuk menjaga sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Pembangunan Huntara 2 ditargetkan selesai sebelum puasa atau paling lambat pertengahan Februari 2026.
Pemilihan lokasi Huntara 2 di tengah kota Kabupaten Aceh Tamiang yang dinilai lebih tertata dan dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah agar lingkungan hunian sementara dapat mendukung aktivitas warga.
Di luar Aceh Tamiang, Kementerian PU juga mempercepat penanganan di wilayah terdampak lainnya di Aceh. Di Bener Meriah, progres pembangunan telah mencapai 5,32 persen, sementara di Pidie Jaya dan Aceh Utara saat ini masih dilakukan survei lokasi sebagai tahap awal pembangunan Huntara.
Baca juga: Kementerian PU Melalui WIKA Tuntaskan Pembangunan Huntara Aceh Tamiang
Baca juga: Huntara dipercepat, pengungsi ditargetkan keluar tenda sebelum Ramadan
Baca juga: UGM respons berlapis pascabanjir Aceh lewat energi surya dan huntara
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































