Jakarta (ANTARA) - PTPN IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) menyatakan kesiapan mengembangkan hilirisasi gambir sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan nilai tambah, daya saing ekspor, kesejahteraan petani, serta memperkuat industri agro nasional berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan selama ini sebagian besar gambir Indonesia masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, akibatnya, nilai tambah justru dinikmati oleh negara lain yang mengolahnya menjadi produk jadi.
"Karena itu, upaya hilirisasi menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri," kata Jatmiko dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pentingnya penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dan perkebunan sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau panen raya serta pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Presiden tidak hanya menyaksikan langsung pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern, tetapi juga meninjau sejumlah produk hilirisasi berbasis komoditas unggulan nasional.
Salah satu yang menarik perhatian adalah gambir, tanaman endemik Indonesia yang selama ini dikenal secara terbatas memiliki potensi ekonomi global yang besar.
Presiden menilai Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah.
Menurut dia, komoditas seperti gambir perlu didorong untuk diolah lebih lanjut di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar, membuka peluang industri baru, serta meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi.
Dorongan tersebut sekaligus menjadi sinyal agar Kementerian Pertanian dan Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan, termasuk PTPN, mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem hilirisasi berbasis riset, teknologi dan kemitraan dengan petani rakyat.
Menanggapi hal itu, Jatmiko, menuturkan gambir merupakan komoditas yang selama ini kurang mendapat perhatian publik, padahal memiliki keunggulan yang sangat kuat di pasar internasional.
“Kalau orang mendengar gambir, biasanya langsung teringat dengan sirih. Padahal gambir itu produk strategis. Bahkan ada negara yang sekitar 90 persen kebutuhan gambirnya dipasok dari Indonesia,” kata Jatmiko.
Ia menjelaskan gambir mengandung antioksidan dengan kadar yang sangat tinggi melebihi green tea yang selama ini dikenal luas sebagai produk kesehatan.
Kandungan tersebut membuat gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi.
“Gambir bisa menjadi berbagai bahan pangan seperti teh dan juga bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Tanin nya bahkan digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan gambir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jatmiko menyebut langkah awal yang paling realistis adalah meningkatkan produktivitas gambir rakyat dari lahan yang sudah ada.
Saat ini, produktivitas gambir di tingkat petani masih tergolong rendah, berkisar sekitar 0,5 ton per hektare.
“Dengan pendekatan riset dan metode pengolahan daun gambir yang lebih baik, produktivitas itu bisa ditingkatkan menjadi 0,75 ton bahkan hingga 1 ton per hektare. Artinya, ada potensi peningkatan 50 sampai 100 persen. Dampaknya langsung ke pendapatan petani,” jelasnya.
Ia menambahkan peningkatan produktivitas tersebut akan diperkuat dengan rencana pembangunan fasilitas pengolahan atau pabrik gambir, yang disesuaikan dengan hasil riset dan kebutuhan pasar. Langkah itu penting agar rantai nilai gambir tidak berhenti di tingkat bahan baku.
“Kita tidak bisa hanya membangun pabrik tanpa melihat pasar. Produk apa yang paling cepat diterima, punya permintaan kuat, dan berpeluang dikuasai pasar, itu yang harus kita dorong lebih dulu,” katanya.
Baca juga: Mendag jawab keluhan terkait "HS Code" komoditas gambir asal Sumbar
Baca juga: Mendag sebut hilirisasi jadi kunci agar gambir Sumbar mendunia
Baca juga: Sumbar kembali ekspor satu kontainer gambir ke India
Baca juga: PTPN IV Regional III Riau catat sejumlah rekor produksi pada 2025
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































