Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mendorong ketangguhan dan keberlanjutan industri logistik dan kepelabuhanan nasional yang salah satunya dengan menjadikan RESILIENCE sebagai tagline tepat pada usianya yang ke-27 tahun.
"Ketangguhan dan keberlanjutan TPS tidak dapat diwujudkan tanpa sinergi, kolaborasi, serta komunikasi intensif dengan semua pihak, termasuk pelanggan dan pemangku kepentingan," kata Sekretaris Perusahaan TPS Erika Asih Palupi di Surabaya, Selasa.
Tema RESILIENCE, kata Erika, merefleksikan komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan melalui penguatan sinergi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan.
Berbagai kegiatan untuk mempertahankan serta mempererat sinergi, kolaborasi, dan komunikasi pun diwujudkan melalui beragam kegiatan seperti forum diskusi bersama pelanggan agar tercipta ruang dialog dan komunikasi dua arah yang konstruktif sebagai dasar evaluasi, perbaikan, dan pengembangan layanan.
Berbagai masukan yang diperoleh melalui diskusi dan interaksi dengan pelanggan itu, kata Erika, menjadi landasan penting bagi TPS dalam memperkuat kualitas layanan, meningkatkan transparansi proses, serta memastikan perbaikan berkelanjutan.
Hal itu lantaran TPS tidak hanya berfokus pada kinerja hari ini tetapi juga membangun kesiapan untuk menjawab tantangan masa depan termasuk dengan mengedepankan pendekatan customer-centric.
Ia menuturkan ketangguhan bagi TPS tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan bertahan di tengah dinamika industri tetapi juga kesiapan untuk beradaptasi, berinovasi, dan memberikan kebermanfaatan yang konsisten melalui layanan yang handal dan berkualitas.
TPS pun berharap dengan menyatukan manusia, proses dan teknologi guna menciptakan kebermanfaatan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan maka TPS dapat mendukung kelancaran arus logistik nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
"Semangat ini juga tercermin dari konsistensi kinerja operasional TPS yang mampu menjaga keandalan layanan di tengah perubahan kebutuhan pelanggan dan pola perdagangan global," kata Erika.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































