Pemkot Jakbar kaji penerapan teknologi pirolisis atasi masalah sampah

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) tengah mengkaji penerapan teknologi pengolahan limbah pirolisis untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

"Prosesnya masih kajian, masih diskusi, karena ini membutuhkan banyak instrumen. Tentu kami juga harus berkoordinasi dengan Dinas LH sebagai leading sektornya mengenai sampah," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Proses kajian itu, kata Iin, penting untuk diperjelas agar penerapan teknologi tersebut tidak menyalahi ketentuan lingkungan serta aturan yang berlaku.

"Artinya komunikasi harus betul-betul clear and clean (jelas dan bersih) secara dokumen, evident (bukti), instrumen itu betul-betul secara formal tidak menyalahi ketentuan," kata Iin.

Selanjutnya, kajian juga perlu dilakukan untuk memastikan penerapan program tersebut efektif mengatasi masalah sampah dan berorientasi kepada masyarakat.

Lebih lanjut, kata Iin, pendanaan kreatif (creative financing) juga masih dipertimbangkan melalui kerja sama dengan pihak swasta, agar tidak sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Harapannya business to government ini bisa kita lakukan dengan creative financing atau skema pembangunan yang tidak membebani APBD saja. Artinya, tanpa APBD kita bisa dengan swasta lewat kemitraan. Tetapi tentu ini perlu dibahas dalam satu rumusan kerja sama yang lebih formal," pungkas Iin.

Secara umum teknologi pirolisis itu, kata Iin, tidak melakukan pembakaran langsung (indirect combustion). Teknologi tersebut dinilai ramah lingkungan dan mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Cara kerjanya dengan memasukkan sampah plastik ke dalam reaktor (pirolizer), lalu dipanaskan tanpa oksigen sehingga rantai polimer terputus dan berubah menjadi uap. Uap yang didinginkan akan menghasilkan cairan (minyak) dan gas.

Suhunya bisa mencapai 400-700 derajat celcius, sehingga tidak terjadi pembakaran langsung, melainkan melalui perambatan panas. Khusus sampah organik, prosesnya memakan waktu1,5 jam untuk 30 ton sampah.

Teknologi pirolisis ini diharapkan dapat mengatasi masalah sampah di wilayah Jakarta Barat.

Diketahui, Jakarta Barat masih dihadapkan pada tingginya tumpukan sampah hingga 807.966 ton per tahun. Namun, hanya 212.450 ton atau sekitar 26 persen yang dimanfaatkan kembali setiap tahun.

Pemkot Jakbar pun telah melakukan sejumlah upaya, terutama sosialisasi pemilahan sampah serta penataan ulang tempat penampungan sampah sementara sebagai solusi.

Targetnya, hanya sekitar 30 persen residu sampah yang diangkut ke Bantar Gebang, sementara 70 persen lainnya diolah kembali.

Baca juga: Jakbar terapkan teknologi pirolisis, olah sampah jadi produk bernilai

Baca juga: "Waste station" hadir di MRT Blok M, ajak warga pilah sampah di ruang publik

Baca juga: Menteri LH minta Jakarta jadi panutan daerah tanpa "open dumping"

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |