Gubernur Jateng serap aspirasi buruh jelang May Day

1 hour ago 2
...Kami ingin pekerja dan buruh bukan sebagai alat produksi melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan dialog dengan para buruh dan pekerja untuk menyerap berbagai aspirasi mereka menjelang peringatan Hari Buruh atau May Day 2026.

"Pada peringatan May Day nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif tanpa mengurangi hakikat May Day itu sendiri. Yaitu dengan cara menjaga hubungan industrial yang kondusif," katanya, di Semarang, Selasa.

Sejumlah permasalahan dan aspirasi yang disampaikan para buruh di antaranya terkait pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pesangon yang belum dipenuhi pihak perusahaan, hingga persoalan kesejahteraan pekerja dan buruh.

Di hadapan perwakilan 78 serikat pekerja dan serikat buruh di Jateng, ia mengajak para buruh untuk merayakan dengan kegiatan konstruktif dan menjaga situasi kondusif di masing-masing wilayah.

Kegiatan konstruktif tersebut, kata dia, sangat diperlukan untuk membangun hubungan industrial yang baik antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah.

Terlebih dalam menyikapi kondisi global saat ini yang secara tidak langsung akan berpengaruh sampai ke wilayah Jateng.

Ia juga menjelaskan bahwa situasi kondusif serta jaminan keamanan dan ketertiban wilayah merupakan salah satu syarat penting investasi, serta yang menjadi daya tarik Jateng bagi para investor.

Baca juga: Menaker siapkan “kado” bagi pekerja jelang May Day 2026

"Begitu (situasi, red.) tidak kondusif, maka investasi di tempat kita akan terganggu," kata mantan Kapolda Jateng itu.

Syarat lainnya, kata dia, adalah perizinan yang mudah dan cepat sehingga Pemprov Jateng berkomitmen akan mengawal seluruh perizinan bagi investasi yang masuk ke wilayah tersebut.

Ia mengatakan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah tersebut juga akan diperbanyak sehingga semakin memikat untuk investasi.

Selain itu, ia mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan upah tenaga kerja kompetitif, melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik yang terkoneksi dengan perusahaan.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar SDM yang ada dapat terserap oleh investasi yang masuk sehingga dapat menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Presiden RI dijadwalkan hadiri dua agenda May Day 2026

"Kami ingin pekerja dan buruh bukan sebagai alat produksi melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan," katanya.

Dengan jaminan wilayah yang kondusif, kata dia, realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp88,5 triliun, terdiri atas Rp50,86 triliun penanaman modal asing (PMA) dan Rp37,64 triliun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Sedangkan realisasi investasi untuk usaha mikro kecil (UMK) sebesar Rp21,52 triliun. Total keseluruhan investasi di Jawa Tengah pada 2025 sebesar Rp110,02 triliun.

"Sekitar 340 ribu tenaga kerja kita terserap industri sehingga mampu mereduksi tingkat pengangguran terbuka," katanya.

Baca juga: PDIPgelar FGD RUU Ketenagakerjaan sambut May Day 2026

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |