Progres jembatan perintis Aceh Tamiang capai 49,55 persen

2 weeks ago 12

Banda Aceh (ANTARA) - Pembangunan jembatan gantung perintis yang menghubungkan Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang hingga Jumat (23/1) telah mencapai 49,55 persen.

"Pembangunan jembatan perintis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh beberapa waktu lalu," kata Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya dalam keterangan tertulis diterima di Banda Aceh, Jumat.

Ia menjelaskan pembangunan jembatan gantung perintis merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu percepatan pembangunan di daerah.

Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya pada wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur akibat dampak bencana alam.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan. Dengan adanya akses penghubung yang lebih layak, roda perekonomian warga dapat bergerak lebih cepat, anak-anak lebih mudah menuju sekolah dan masyarakat tidak lagi kesulitan saat membutuhkan akses ke layanan kesehatan. Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca juga: BPBD Taput pastikan bantuan korban dampak bencana di disalurkan

Menurut dia terputusnya akses penghubung antardesa tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat, terutama dalam hal transportasi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas anak-anak menuju sekolah dan warga menuju fasilitas kesehatan.

Karena itu, kehadiran jembatan gantung menjadi solusi vital bagi masyarakat dua desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses, khususnya saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan jalur penyeberangan tradisional tidak dapat digunakan.

Jembatan perintis yang dibangun memiliki panjang sekitar 250 meter, menjadikannya salah satu jembatan gantung penghubung antar desa yang cukup panjang di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Konstruksi jembatan ini dirancang untuk dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga sangat membantu aktivitas harian masyarakat yang sebelumnya harus memutar jauh melalui jalur alternatif atau menyeberang sungai dengan risiko keselamatan yang tinggi.

"Kami berharap jembatan ini mampu menjadi urat nadi penghubung ekonomi dan sosial bagi warga Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan," katanya.

Pembangunan jembatan tersebut kolaborasi antara prajurit Kodam Iskandar Muda dari satuan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25/Siwah, Tim Vertical Rescue Indonesia, serta masyarakat setempat.

Baca juga: Warga Tanah Datar mulai tempati hunian sementara BNPB

Baca juga: Brimob Polda Sumbar bangun 10 sumur galian bagi penyintas di Agam

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |