Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengajak para siswa dan masyarakat bernyanyi bersama saat meninjau SMKN 2 Talaud di wilayah paling utara Indonesia, Pulau Miangas, Sulawesi Utara.
Setibanya di lokasi sekolah di Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud pada Sabtu, Presiden disambut oleh siswa dan masyarakat lain dengan nyanyian sambutan.
Presiden kemudian meminta mereka untuk kembali bernyanyi bersama. Dia secara khusus meminta mereka untuk bernyanyi lagu "Hymne Guru".
Baca juga: Presiden tiba di Pulau Miangas di Sulut usai hadiri KTT ASEAN
"Sekarang tahu tidak lagu Kasih Ibu," kata Presiden dalam kesempatan tersebut sebelum akhirnya menyanyikan lagu itu bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut Presiden memperkenalkan jajaran Kabinet Merah Putih yang mendampinginya termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Presiden tiba di Miangas setelah bertolak dari Cebu, Filipina pada Sabtu sekitar pukul 09.45 WIB seusai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) k-48 ASEAN pada 7-8 Mei 2026.
Baca juga: Prabowo tuntaskan KTT ASEAN dengan fokus ketahanan pangan dan energi
Di Miangas, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk bertemu dengan masyarakat dan meninjau fasilitasi puskesmas di salah satu pulau terluar di Nusantara tersebut.
Setibanya di Miangas, Presiden disambut oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dan sejumlah pejabat lainnya.
Presiden juga turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca juga: KTT ASEAN, Seskab: Presiden dukung perundingan damai Kamboja-Thailand
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































